Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»IKM Gula Merah Besan Tetap Produksi Ditengah Pandemi
    Ekonomi

    IKM Gula Merah Besan Tetap Produksi Ditengah Pandemi

    February 23, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    IKM Gula Merah Besan Tetap Produksi Ditengah Pandemi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    IKM Gula Merah Besan Tetap Produksi Ditengah Pandemi 2
    Aktivitas IKM Gula Merah di Desa Besan, saat melakukan produksi. (BP/Gik)

    SEMARAPURA, BALIPOST.com – Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung sovid-19udah lama menjadi sentra IKM (Industri Kecil Menengah) gula merah. Meski terjadi pandemi COVID-19, mereka tetap berproduksi. Warga setempat yang sebelumnya terjun ke dalam dunia pariwisata, kini juga ikut memproduksi gula merah.

    Aktivitas masyarakat setempat membuktikan ekonomi warga tetap bisa menggeliat ditengah pandemi COVID-19, meski denyut ekonomi Bali saat ini turun hingga minus 12 persen lebih. Besan sejak dulu dikenal penghasil gula merah dari nira kelapa terbaik. Dengan potensi itu, warga masih bisa produktif, mengolah berbagai olahan nira, utamanya gula merah. Kemudian ada arak, tuak, dodol hingga soufenir dari gula merah.

    Perbekel Besan I Ketut Yasa, Senin (22/2) mengatakan ditengah pandemi ini, banyak warga yang awalnya fokus menjadi pariwisata, pulang kampung dan menggarap pohon kelapa mereka untuk menghasilkan nira. Ini kemudian diolah menjadi gula. Bahkan dulunya hanya beberapa dan para orang tua saja yang sibuk membuat gula. Namun, saat ini sudah ada sekitar 25 kepala keluarga yang kembali menekuni pembuatan gula merah.

    Sisanya ada yang membuat minuman keras jenis arak yang sudah dilegalkan pemerintah Provinsi Bali. Kemudian ada pembuatan dodol dan berbagai IKM lainnya. Agar tetap bisa bertahan ditengah pandemi, khususnya anak-anak mereka tetap bisa bersekolah. “Banyak yang beralih ke pembuatan gula, karena untuk mendapatkan hasil dari pariwisata sudah tidak mungkin. Mereka pulang membantu orang tuanya sadap kelapa. Ini bisa menutupi kebutuhan dapur mereka, disaat pandemi ini,” katanya.

    Salah satu pembuat gula merah tradisional Wayan Sukeni, saat ditemui Senin (22/2) mengatakan satu kali olah dari sekitar 60 liter nira yang dipanen dari lebih dari 20 pohon kelapa, bisa menghasilkan hingga 7 kg gula merah. Prosesnya membutuhkan waktu kurang lebih lima jam setiap harinya. Mulai dari menjaga api tetap besar dan stabil, kemudian cairan nira terus diaduk hingga menjadi gula. Bahkan untuk mencetaknya pun harus dilakukan dalam keadaan panas, untuk menghindari bahan gula ini mengental.

    “Untuk harga, rata-rata Rp 25 ribu per kg. Hasil penjualan gula ini selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, yang terpenting lagi adalah untuk keberlangsungan sekolah anak-anak menutupi biaya pembelajaran daring,” katanya.

    Perajin gula lainnya Luh Wirasni, mengaku ditengah pandemi ini penjualan gula merah khas Desa Besan ini masih cukup laris. Selain dari rasanya, kualitas yang sudah dikenal juga kreativitas pembuatannya juga terbilang mengikuti jaman. Ketua Wanita Tani Desa Besan ini, mengatakan saat ini selain membuat gula merah batok, ia juga menyiapkan soufenir dan gula cair yang secara khusus dibuat jika ada pesanan.

    Desa Besan selama ini juga menjadi salah satu desa wisata di Bali, dengan pemandangan alamnya yang masih asri. Kegiatan IKM pembuatan gula di desa ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang datang. Maka, IKM setempat melihat peluang ini dengan menyiapkan soufenir. Keindahan alam desa ini, membuat banyak wisatawan tertarik datang, walaupun lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Semarapura. (Bagiarta/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTuntaskan Masalah Bangsa, Gerakan Sedekah Pangan Nasional Diluncurkan
    Next Article Motor listrik diprediksi lebih cepat bertumbuh di Indonesia, kenapa?
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.