Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ilmuwan: Ledakan di Beirut Bukan Nuklir
    News

    Ilmuwan: Ledakan di Beirut Bukan Nuklir

    August 5, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ilmuwan: Ledakan di Beirut Bukan Nuklir 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ilmuwan: Ledakan di Beirut Bukan Nuklir

    Ledangan mengerikan di Beirut, Lebanon (Foto: Citizen Free Press/YouTube)

    Beirut, Jurnas.com – Sejumlah ilmuwan menolak menyebut ledakan besar yang terjadi di Beirut, Lebanon diakibatkan oleh nuklir, meski ledakan tersebut menyebabkan awan jamur seperti bom atom.

    Dikutip dari Business Insider, komentar tersebut menepis asumsi warganet di media sosial yang mencurigai ledakan tersebut berasal dari bahan-bahan nuklir.

    Ilmuwan proliferasi dan strategi nuklir di Massachusetts Institute of Technology, Vipin Narang mengatakan, “Aku mempelajari senjata nuklir. (Tapi ledakan itu) Bukan,” kata Narang pada Rabu (5/8).

    Martin Pfeiffer, seorang kandidat PhD di Universitas New Mexico yang meneliti sejarah manusia tentang senjata nuklir, juga menolak pernyataan di media sosial bahwa nuklir sebagai penyebab ledakan itu.

    “Jelas bukan nuklir. Itu api yang memicu bahan peledak atau bahan kimia,” tegas Pfeiffer.

    Baca juga.. :

    • Ledakan "Horor" di Beirut: 78 Meninggal dan Ribuan Cedera
    • Lebanon Adukan Agresi Israel ke DK PBB
    • PM Netanyahu: Hizbullah Bermain Api

    Pfeiffer mengindikasikan bahwa ledakan itu tidak memiliki dua keunggulan dari ledakan nuklir, yakni “kilatan putih menyilaukan” dan denyut panas, atau gelombang panas yang diyakini dapat membakar kulit orang.

    Sebagaimana diketahui, ledakan itu memicu gelombang ledakan kuat yang menghancurkan jendela-jendela di Beirut, dan secara singkat tampak seperti awan yang mengembang seperti tempurung.

    Tapi Pfeiffer mencatat awan gelombang ledakan seperti itu, yang menurut para peneliti senjata sebagai “Awan Wilson”, dibuat ketika udara lembab dikompresi dan menyebabkan air di dalamnya mengembun.

    Dengan kata lain, ledakan itu tidak unik untuk dikatakan sebagai bom nuklir.

    Sementara dalam perhitungan Narang, ledakan itu setara dengan sekitar 240 ton TNT, atau sekitar 10 kali lebih besar dari “ibu dari semua bom” militer AS atau MOAB.

    Namun itu tidak seberapa dibandingkan bom “Little Boy” yang dijatuhkan AS di Hiroshima pada 1945, yang memiliki daya ledak 1.000 kali lebih kuat.

    Sebagai tandingan terhadap dugaan ledakan Beirut bila disebabkan oleh senjata nuklir, Pfeiffer mengunggah video yang menunjukkan peledakan senjata nuklir “Davy Crockett” yang digerakkan roket, yang meledak dengan kekuatan setara dengan sekitar 20 ton TNT.

    Davy Crockett sepersepuluh sekuat ledakan Beirut, tetapi memiliki kilatan khas yang hilang dari ledakan. Lagi pula, tidak ada laporan yang menunjukkan ada kejatuhan radioaktif setelah ledakan Beirut, yang seharusnya cepat terdeteksi.

    TAGS : Bom Nuklir Beirut Lebanon

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/76472/Ilmuwan-Ledakan-di-Beirut-Bukan-Nuklir/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSiswa RI Raih Prestasi di Ajang Debat Pelajar Dunia
    Next Article Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Tinggi, Pigai: Ini Pelanggaran HAM
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.