Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Impor dari Tiongkok Turun Tajam, Tapi Masih Jadi Kontribusi Terbesar
    Ekonomi

    Impor dari Tiongkok Turun Tajam, Tapi Masih Jadi Kontribusi Terbesar

    November 16, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Impor dari Tiongkok Turun Tajam, Tapi Masih Jadi Kontribusi Terbesar 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia mengalami penurunan sebesar 6,79 persen menjadi sebesar USD 10,78 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar USD 11,57 miliar pada Oktober 2020. Jika dilihat secara tahunan, angka impor Indonesia di Oktober tahun ini terkontraksi 26,93 persen dibandingkan Oktober 2019 yang sebesar USD 14,76 miliar.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengungkapkan, penurunan kinerja impor Indonesia terlihat dari seluruh penggunaan barangnya. Mulai dari barang konsumsi, bahan baku atau penolong, dan barang modal. Menurutnya, Tiongkok menjadi pangsa pasar impor yang mengalami penurunan tertinggi. “Tiongkok turun USD 709,1 juta,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (16/11).

    Selanjutnya, kinerja impor Indonesia dari Brasil juga mengalami penurunan sebesar USD 77,5 juta, lalu Taiwan sebesar USD 63,0 juta, Kanada sebesar USD 59,4 juta, dan Afrika Selatan sebesar USD 53,5 juta.

    Kemudian kinerja impor asal negara Singapura, dikatakan Setianto mengalami peningkatan tertinggi sebesar USD 87,5 juta. Disusul oleh Malaysia sebesar USD 62,5 juta, Hungaria sebesar USD 55,9 juta, Australia sebesar USD 44,8 juta, dan Hong Kong sebesar USD 35,9 juta.

    Meskipun mengalami penurunan, kata Setianto, pangsa pasar impor Indonesia masih dipegang oleh Tiongkok. Per Oktober 2020, share impor dari negeri Tirai Bambu ini sebesar 28,83 persen atau setara USD 2,80 miliar. Selanjutnya ada Jepang sebesar 7,53 persen atau setara USD 0,73 miliar, dan Singapura sebesar 7,28 persen atau setara USD 0,71 miliar.

    “Sementara dari negara ASEAN pangsanya 19,67 persen dengan nilai USD 1,91 miliar, Uni Eropa pangsanya 8,29 persen dengan nilai USD 0,80 miliar,” tutupnya.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Bintang Pradewo

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJokowi Minta Kapolri, Panglima TNI, dan Satgas Covid-19 Bersikap Tegas
    Next Article DFSK hadirkan berbagai ragam kendaran ambulans
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.