Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Indonesia Alami Deflasi | BALIPOST.com
    Ekonomi

    Indonesia Alami Deflasi | BALIPOST.com

    November 1, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Indonesia Alami Deflasi | BALIPOST.com 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Indonesia Alami Deflasi | BALIPOST.com 2
    Ilustrasi. (BP/istimewa)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,11 persen pada Oktober 2022 secara bulanan (month-to-month/mtm). Terdapat penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 112,87 pada September menjadi 112,75.

    “Oktober ini kalau kita bandingkan dengan inflasi September 2022 terjadi deflasi 0,11 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto di Jakarta, Selasa (1/11) dikutip dari Kantor Berita Antara.

    Setianto menjelaskan penyumbang deflasi pada Oktober utamanya berasal dari penurunan harga komoditas cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, tomat, dan bawang merah.

    Dengan terjadinya deflasi pada Oktober, maka inflasi tahun kalender atau Oktober 2022 terhadap Desember 2021 tercatat sebesar 4,73 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Oktober 2022 terhadap Oktober 2021 sebesar 5,71 persen.

    Dari 90 kota IHK, terdapat 61 kota yang mengalami deflasi terdalam terjadi di Kota Gunungsitoli yaitu 1,48 persen, sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,76 persen.

    Kota Gunungsitoli mengalami deflasi terdalam dengan komoditas penyumbang meliputi cabai merah yang memiliki andil 1,19 persen, cabai rawit 0,2 persen, daging ayam ras 0,08 persen, dan minyak goreng 0,03 persen.

    Jika inflasi dilihat berdasarkan sebaran menurut pulau secara bulanan (mtm), untuk Pulau Sumatera terjadi inflasi tertinggi di Meulaboh yaitu 0,19 persen, sedangkan deflasi terdalam di Kota Gunungsitoli 1,48 persen.

    Untuk wilayah Jawa, deflasi terdalam terjadi di Kota Cilegon yaitu sebesar 0,26 persen, sedangkan inflasi tertinggi di Kota Probolinggo sebesar 0,16 persen.

    Untuk Bali dan Nusa Tenggara, deflasi terdalam di Waingapu yaitu sebesar 0,34 persen, dengan inflasi tertinggi di Kota Kupang sebesar 0,37 persen.

    Di Kalimantan, deflasi terdalam terjadi di Kota Tarakan yaitu sebesar 0,16 persen, sedangkan inflasi tertinggi di Tanjung Selor sebesar 0,32 persen.

    Di wilayah Sulawesi, deflasi terdalam terjadi di Mamuju yaitu sebesar 1,44 persen, sedangkan inflasi tertinggi di Kota Kendari sebesar 0,27 persen.

    Terakhir, di Wilayah Maluku dan Papua, deflasi terdalam terjadi di Kota Tual yaitu sebesar 1,35 persen, sedangkan inflasi tertinggi di Manokwari sebesar 0,36 persen.

    Selanjutnya, jika dilihat secara tahunan, inflasi Oktober yang sebesar 5,71 persen ini terjadi kenaikan IHK dari 106,66 pada Oktober 2021 menjadi 112,75.

    “Kalau September 2022, inflasi 5,95 persen (yoy) sekarang 5,71 persen (yoy),” ujar Setianto.

    Penyumbang inflasi secara tahunan pada Oktober ini adalah bensin, tarif angkutan dalam kota, beras, solar, tarif angkutan antarkota, tarif kendaraan online, dan bahan bakar rumah tangga.

    Jika dilihat berdasarkan sebaran menurut pulau secara tahunan (yoy), inflasi tertinggi untuk Sumatera terjadi di Padang sebesar 7,92 persen, untuk Serang 7,54 persen dan untuk Bali dan Nusa Tenggara ada di Kupang 8,06 persen.

    Selanjutnya, untuk inflasi di Kalimantan tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,11 persen, untuk Sulawesi terjadi di Kota Parepare 7,66 persen sedangkan untuk inflasi tertinggi di Maluku dan Papua ada di Jayapura 7,43 persen.

    Inflasi tertinggi pada Oktober 2022 secara tahunan terjadi di Tanjung Selor yang sebesar 9,11 persen karena kenaikan angkutan udara dengan andil 2,08 persen, bensin 1,27 persen, bahan bakar rumah tangga 0,87 persen dan cabai rawit 0,5 persen.

    Untuk inflasi terendah pada Oktober 2022 secara tahunan terjadi di Ternate sebesar 3,32 persen dengan komoditas penyumbang meliputi angkutan udara yang memiliki andil 1,5 persen, bensin 0,66 persen dan bahan bakar rumah tangga 0,21 persen. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleOki Setiana Dewi Lulus S3 untuk Kedua Kalinya
    Next Article MK Tolak Gugatan Komcad, ISESS Sebut itu Sudah Tepat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.