Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Indonesia diperkirakan butuh 25.600 SPKLU hingga 2030
    Automotive

    Indonesia diperkirakan butuh 25.600 SPKLU hingga 2030

    February 24, 2024No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Indonesia diperkirakan butuh 25.600 SPKLU hingga 2030 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Menurut hasil studi International Council on Clean Transportation (ICCT), Indonesia pada 2030 diperkirakan membutuhkan 25.600 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mendukung penggunaan sekitar dua juta kendaraan elektrik jika target penggunaan mobil listrik yang ditetapkan pemerintah tercapai. 

    Laporan hasil studi ICCT pada Februari 2024 tentang kebutuhan infrastruktur mobil listrik pada 2030 menyebutkan, dengan pangsa akses pengisian daya di rumah sebesar 80 persen, Indonesia perlu memasang 25.600 unit pengisian daya di tempat-tempat tujuan umum, lokasi dalam perjalanan umum, dan tempat kerja pada 2030.

    Menurut hasil studi yang ditulis oleh Tenny Christiana, Logan Pierce, Chelsea Baldino, dan Jacob Schmidt, investasi yang dibutuhkan untuk membangun 25.600 unit stasiun pengisi daya kendaraan listrik mencapai 597 juta dolar AS (atau Rp8,86 triliun), yang dapat ditutup dari belanja pemerintah dan swasta.

    Sebanyak 7.100 unit sarana pengisian daya umum diperkirakan dapat mencakup seluruh jalan nasional, termasuk jalan tol. Sedangkan pengisi daya yang dibutuhkan di tempat kerja diperkirakan sekitar 2.000 unit.

    Menurut para peneliti, stasiun pengisian daya umum tidak akan diperlukan dalam skala besar karena akan banyak pemilik kendaraan listrik yang melakukan pengisian daya di rumah.

    Model permukiman di Indonesia menurut para peneliti mendukung penerapan sistem pengisian daya di rumah.

    Data statistik perumahan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, 99 persen permukiman di Indonesia terdiri atas rumah keluarga tunggal, bukan kompleks apartemen.

    Di daerah metropolitan seperti Jakarta pun, rumah keluarga tunggal mencakup sekitar 95 persen dari permukiman.

    Hasil studi juga menyebutkan bahwa pada 2030 kendaraan elektrik diproyeksikan terkonsentrasi di lima provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.

    Baca juga: Pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di 2023 lebihi target

    Baca juga: PLN Jakarta tambah 43 SPKLU

    Pewarta: Abdu Faisal
    Editor: Maryati
    Copyright © ANTARA 2024

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIIMS 2024 bukukan transaksi Rp3,1 triliun dalam sembilan hari
    Next Article Survei Sebut Trump Unggul dari Biden di Pemilu
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.