Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Indonesia Punya Manuskrip Pentunjuk Bencana Sejak Abad ke-18
    News

    Indonesia Punya Manuskrip Pentunjuk Bencana Sejak Abad ke-18

    November 15, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Indonesia Punya Manuskrip Pentunjuk Bencana Sejak Abad ke-18

    Ilustrasi Gempa Bumi

    Jakarta – Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

    Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa hingga Nusa Tenggara dan Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa.



    Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Menyadari hal itu, ternyata para nenek moyang sudah petunjuk soal gempa sejak abad ke-18.

    Misalnya, manuskrip tua berbahasa arab itu menyebutkan kata smong atau seumong, yang berarti tsunami.

    Baca juga :

    • Gempa Susulan Kembali Kejutkan Warga Sulbar
    • Gempa 5,5 SR Guncang Mamasa Begetar hingga Polewali Mandar
    • Gempa Bumi 5,2 SR Guncang Banten

    Ditemukan pada abad ke-19 di Zawiyah Tanoe Abee, Aceh Besar, manuskrip itu menceritakan adanya dua gempa besar yang terjadi pada Kamis Jumadil Akhir 1248 Hijriah atau 3 November 1832.

    Manuskrip lainnya yang lebih tua, menurut pakar gempa Institut Teknologi Bandung Abdullah Sanny, ditemukan pada abad ke-18.

    Berjudul Takbir Gempa, manuskrip yang kini tersimpan di Perpustakaan Ali Hasjmy, Banda Aceh, itu menyebutkan petunjuk gempa yang berlangsung sejak Subuh hingga tengah malam dalam 12 bulan.

    “Jika gempa pada Bulan Rajab, pada waktu Subuh, alamatnya segala isi negeri bersusah hati dengan kekurangan makanan,” ujar Sanny, menuturkan isi manuskrip itu dalam Bahasa Indonesia, Rabu, di Jakarta, dilansir dari Anadolu.

    “Jika pada waktu gempa itu, alamatnya air laut keras akan datang ke dalam negeri itu,” lanjut Sanny.

    Aceh memiliki banyak manuskrip lama berisikan petunjuk gempa disertai datangnya gelombang raksasa dari laut, tutur Sanny. Mereka telah akrab dengan kata seumong atau ie beuna sejak abad ke-18.

    Namun toh saat gempa melanda dasar laut Pulau Simeuleu disusul gelombang tsunami pada 2004, masyarakat belum juga siap. Bencana itu memporak-porandakan Banda Aceh dan menewaskan lebih dari 200.000 jiwa.

    “Karena tradisi dari manuskrip itu sudah lama dilupakan masyarakat,” kata Sanny.

    Manuskrip-manuskrip warisan nenek moyang yang berisikan petunjuk gempa tak hanya dimiliki Aceh. Manuskrip serupa juga tersimpan di Sumatera Barat dan Palu.

    Di Sumatera Barat, Filoloh Universitas Andalas, Zuriati, menemukan naskah Takwil Gempa yang isinya mirip dengan Takbir Gempa dari Aceh. Perpustakaan Nasional juga memiliki naskah Ramalan Gempa yang entah siapa pengarangnya.

    Manuskrip-manuskrip itu menunjukkan bahwa gempa bumi dan tsunami adalah masalah klasik, sudah berlangsung sejak lama di Indonesia.

    Gempa dan tsunami Aceh misalnya, kata Sanny, berlangsung setiap 120 tahun sekali. Sedang gempa Palu akibat patahan sesar Palu-Koro berlangsung setiap 60 tahunan. “Masyarakat Palu juga memiliki manuskrip gempa dan tsunami seperti Aceh serta Sumatera Barat,” ujar Sanny.

    Seperti kedua wilayah itu, masyarakat Palu dan sekitarnya tak siap saat gempa berkekuatan 7,4 SR disusul tsunami terjadi pada 28 September 2018.

    TAGS : Fakta Unik Gempa Bumi Wilayah Indonesia

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/43925/Indonesia-Punya-Manuskrip-Pentunjuk-Bencana-Sejak-Abad-ke-18/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHamas Rayakan Pengunduran Diri Menteri Pertahanan Israel
    Next Article Tiba di Perbatasan, Migran: Kami Bukan Penjahat!
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.