Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Industri Logam-Baja Tumbuh Tahun Lalu meski Subtitusi Impor Berjalan
    Ekonomi

    Industri Logam-Baja Tumbuh Tahun Lalu meski Subtitusi Impor Berjalan

    January 22, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Industri Logam-Baja Tumbuh Tahun Lalu meski Subtitusi Impor Berjalan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, pertumbuhan positif sektor baja nasional ditengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini tak terlepas dari upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah.

    Direktur industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) Budi Susanto mengatakan, salah satunya karena penerapan suplai dan permintaan yang melibatkan sejumlah pihak industri baja dari hulu hingga hilir. Hal itu dilakukan meskipun pada November hingga Desember lalu terjadi penyesuaian tata cara importasi yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan melalui single windows INSW.

    Selain itu, peningkatan kebutuhan baja ini didukung kebijakan PPnBM otomotif yang juga tumbuh hingga 27 persen pada kuartal III tahun 2021 yang membutuhkan baja khusus di sektor otomotif. Sebab, pemenuhannya belum dapat dipenuhi oleh pabrikan dalam negeri.

    ’’Menjadi penting agar produk-produk yang sudah diproduksi di dalam negeri dapat dimaksimalkan. Dan hampir semua impor yang ada merupakan bahan baku untuk berbagai jenis industri,” kata Budi Susanto dalam keterangannya, Sabtu (22/1).

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi kenaikan impor baja sebesar 23 persen yang semula 3,9 juta ton di tahun 2020 menjadi 4,8 juta ton di tahun 2021. Sementara, jika dibanding tahun 2020 kinerja industri nasional cukup menggembirakan dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka ekspansif di atas 50.

    Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute Ahmad Rijal Ilyas menuturkan, dalam melakukan perbandingan data baja jangan menggunakan data tahun 2020, sebab hal itu tidak relevan.

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKasus COVID-19 Harian Nasional Mulai Merangkak Naik, Tiga Ribuan Orang Terinfeksi
    Next Article Ngobrol Terlalu Berisik saat Nonton Itu Nggak Asyik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.