Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ini Alasan Ansor Tolak Kebijakan Full Day School
    News

    Ini Alasan Ansor Tolak Kebijakan Full Day School

    August 10, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ini Alasan Ansor Tolak Kebijakan Full Day School 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ini Alasan Ansor Tolak Kebijakan Full Day School

    GP Ansor/antara

    Jakarta –  Gerakan Pemuda Ansor menolak kebijakan “full day school” karena akan memangkas waktu anak didik untuk belajar di sekolah diniah. Sebab, berpotensi menghambat pembelajaran diniah.

    “Sekolah diniah, biasanya `kan sekitar pukul 14.00 atau 15.00 WIB. Kalau `full day school` pulang pukul 15.00 atau 16.00 WIB, bagaimana mau belajar diniah. Dalam hal ini Ansor sebagai bagian dari NU menolak kebijakan ini,” kata Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (10/8).

    Menurut dia, sekolah diniah atau madrasah diniah penting diikuti oleh anak didik karena keberadaannya merupakan benteng terakhir bagi Indonesia dari pengaruh kelompok radikal. “Dijamin setelah anak didik keluar dari madrasah diniah tidak akan jadi radikal. Intinya kalau `full day school` jadi diterapkan sama saja membiarkan kelompok radikal berkembang di Indonesia,” katanya.

    Sebelumnya, Ketua Umum Forum Komunikasi Diniah Takmiliyah (FKDT) K.H. Lukman Hakim menyebutkan ada dua langkah yang akan ditempuh kaum nahdiyin sebagai upaya penolakan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 sekolah sepanjang hari. Selain menggelar aksi simpatik, FKDT berencana melakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi.

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa kebijakan mengenai “full day school” dapat mengganggu pendidikan yang dibangun para kiai dan ulama yang sudah menjadi tradisi, seperti madrasah diniah atau pondok pesantren.

    Terkait dengan kebijakan “full day school” tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengatakan bahwa upaya tersebut untuk meningkatkan kinerja guru. Full day school” menerapkan 8 jam sekolah selama Senin sampe Jumat. Ant

    TAGS : Full Day School GP Ansor

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/19996/Ini-Alasan-Ansor-Tolak-Kebijakan-Full-Day-School/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMuqowam Desak Pemerintah Respon Tuntutan Pemekaran Daerah
    Next Article Adik Nusron Wahid Daftar Bacagub Kudus
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Samsung Galaxy Z Fold 8 Kapan Rilis? Ini Bocoran dan Fitur Terbarunya
    • Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?
    • Sarah Gibson Diselingkuhin? Ini Kronologinya hingga Direspons Tengku Dewi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.