Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Isu Rasisme dan Separatise Berbeda, DPR: Tak Tepat Bandingkan Kasus Floyd dengan Papua
    News

    Isu Rasisme dan Separatise Berbeda, DPR: Tak Tepat Bandingkan Kasus Floyd dengan Papua

    June 11, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Isu Rasisme dan Separatise Berbeda, DPR: Tak Tepat Bandingkan Kasus Floyd dengan Papua

    Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari

    Jakarta, Jurnas.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari menilai tidak tepat membandingkan kasus rasisme terhadap George Floyd di Amerika Serikat dengan kondisi di Papua.

    “Dan dalam konstitusi negara kita, tegas dikatakan persamaan hak setiap warga negara,” ujar Abdul Kharis, Kamis (11/6/2020).

    Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memaparkan, hasil pengalaman dari beberapa negara, rasisme cenderung dibangun secara sistemik oleh sistem pemerintahan maupun masyarakat.

    Dengan demikian, katanya, untuk memahami praktik rasisme diperlukan pendalaman mengenai konteks dan kepentingan dibalik kasus itu.

    Abdul Kharis menjelaskan, dampak dari sistem yang rasis adalah terjadinya pembelahan masyarakat dan ketimpangan ekonomi, politik, dan sosial budaya sehingga rentan dimanipulasi untuk kepentingan-kepentingan jangka pendek dan juga ideologis jangka panjang.

    “Indonesia mewarisi persoalan sistem kolonialis Belanda terkait etnis. Misalnya: pribumi dan non pribumi.
    Dalam konteks Papua, masyarakat masih merasa mendapatkan perlakuan diskriminatif khususnya terkait proses hukum kasus rasisme di Surabaya,” jelasnya.

    Bagi Abdul Kharis, isu Papua sering diidentikkan dengan persoalan disintegrasi karena tuntutan merdeka. Akan tetapi, lanjutnya, sangat sulit untuk menggandengkan dua isu (rasisme dan separatisme) secara bersamaan, karena terdapat perbedaan konteks sejarah dan kepentingan.

    “Jadi menurut saya kurang tepat membandingkan kasus floyd dengan papua,” tegas Abdul Kharis.

    TAGS : Komisi I DPR Abdul Kharis George Floyd Papua

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/73598/Isu-Rasisme-dan-Separatise-Berbeda-DPR-Tak-Tepat-Bandingkan-Kasus-Floyd-dengan-Papua/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleEnos – Yudha Unggul Survei di Pilkada Oku Timur, Ini Kata Pengamat
    Next Article Mau Rapid Test, Perempuan Kabur ke Atas Gedung
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.