Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Jaga Ketahanan Pangan, Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian
    Ekonomi

    Jaga Ketahanan Pangan, Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian

    June 22, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jaga Ketahanan Pangan, Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jaga Ketahanan Pangan, Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian 2
    Dua petani sedang berjalan di lahan pertanian yang berlokasi di Denpasar. (BP/Dokumen)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Krisis pangan telah terjadi di sejumlah negara. Untuk menjaga ketahanan pangan, lahan tidur sebaiknya mulai dimanfaatkan untuk pertanian. Demikian dikemukakan Guru Besar Pertanian Unud, Prof. Wayan Windia, Selasa (21/6).

    Ia mengatakan karena sektor pertanian tidak menarik, petani ramai-ramai menjual sawahnya. Data di Pemda Bali mencatat, bahwa sebelum COVID-19, rata-rata sawah di Bali terkonversi lebih dari 2.000 ha per tahun.

    “Mungkin di sawah itu, tidak segera didirikan bangunan. Banyak yang dijadikan bahan dagangan dan ajang spekulasi. Sehingga banyak yang berkembang menjadi lahan tidur,” ujarnya.

    Dikatakan, wacana untuk memanfaatkan lahan tidur untuk diolah agar lebih bermanfaat, telah lama berkembang. Wacana itu berkembang di ruang-ruang sidang DPR dan juga di berbagai seminar.

    Tetapi karena perhatian pemerintah tidak pada sektor pertanian, wacana yang hebat itu, segera menguap ke atas langit. “Harus ada aturan, bahwa lahan yang tidur selama lebih dari 5 tahun, bisa dimanfaatkan oleh publik untuk pertanian selama 25 tahun,” tegasnya.

    Ia menilai dengan adanya pernyataan Presiden Jokowi untuk memanfaatkan lahan tidur, harus ada langkah kongkretnya. Hal ini disebabkan, ada kekhawatiran baru di kalangan pemerintah tentang permasalahan pangan dan energi.

    Contohnya sudah mulai muncul, yakni di Sri Lanka. Negara itu hampir bangkrut, karena permasalahan energi dan pangan. Kalau tidak diantisipasi, efek domino bisa terjadi. “Apa yang dipikirkan Jokowi adalah pikiran yang strategis. Masalahnya, apakah dilanjutkan dengan adanya program untuk memanfaatkan lahan kosong itu. Rasanya lebih efisien dan efektif memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian, dibandingkan dengan membuat proyek rice estate (seperti di Kalimantan, red). Karena agroklimat di kawasan lahan tidur itu sudah sesuai kebutuhan, sistem irigasinya masih tersedia, penduduk sekitarnya masih bermental agraris, dan pasarnya sudah ada,” jelas Prof. Windia.

    Prof. Windia, mengatakan bahwa program nyata yang tercermin dalam APBN dan APBD untuk mengaktifkan lahan tidur sangat diperlukan. ‘Kalau tidak ada dalam politik anggaran, anjuran Jokowi itu akan hilang bagaikan embun di pagi hari. Tidak ada sektor ekonomi yang berkembang, tanpa ada program yang didukung anggaran di APBN/APBD,” tegasnya.

    Ia pun mengingatkan, Pemda harus hati-hati mengorbankan sawah. Jalan tol yang akan dibangun antara Gilimanuk-Mengwi mengorbankan lahan sawah hampir 500 ha (sesuai catatan Walhi Bali).

    Kalau hal itu betul-betul terjadi, akan sangat membahayakan ketahanan dan kedaulatan pangan kita di Bali dan Indonesia pada umumnya. Saat ini, Bali sangat tergantung dari produk pertanian dari luar Bali.

    Untuk komoditas cabai saja masih didatangkan dari Jatim. “Hal itu memang bisa terjadi. Karena sawah di Bali tidak cukup untuk menunjang ketahanan pangan. Juga Pemda Bali tidak concern pada pertanian,” ujarnya.

    Data Bappenas menunjukkan bahwa sejak 2019, lahan sawah di Bali sudah kekurangan sekitar 10.000 Ha, untuk menunjang ketahanan pangannya. Apalagi akan dialihfungsikan lagi untuk pembangunan jalan tol.

    Kondisi ini, diingatkannya, bisa berbahaya bagi ketahanan pangan Bali. “Untuk jalan pintas sementara, pemanfaatan lahan tidur memang sengat stratagis. Pemda harus mendukung wacana Jokowi ini, kalau tidak mau dimakan oleh “hantu” krisis pangan,” pungkasnya. (Winatha/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePenuhi Kebutuhan Guru, Kemendikbud Buka Rekrutmen PPG Prajabatan
    Next Article Dari Bentrok di Sesetan Picu Kulkul Bulus hingga Laporan Terhadap Roy Suryo
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.