Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Jangan Jadikan Anak sebagai Bawahan, Jadikan Anak Sahabat
    Lifestyle

    Jangan Jadikan Anak sebagai Bawahan, Jadikan Anak Sahabat

    November 22, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jangan Jadikan Anak sebagai Bawahan, Jadikan Anak Sahabat 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sudah delapan bulan peserta didik di Indonesia menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Saat ini, pemerintah juga telah memberikan izin agar sekolah bisa mulai kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan pada Januari 2021.

    Meskipun berkesempatan sekolah dibuka kembali seizin pemerintah daerah (pemda), keluarga tetap perlu untuk memberikan pengajaran yang menyenangkan kepada anak selama belajar di rumah (BDR).

    Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi pun memberikan tips agar dalam waktu sebulan ini anak tetap dapat belajar dengan baik dari rumah. Di mana hal utamanya adalah komunikasi.

    ’’Kunci utamanya adalah komunikasi, komunikasi yang efektif dan jadikan anak dalam posisi bukan sebagai bawahan yang harus menerima perintah, instruksi, komando dan sebagainya. Lebih sebagai sahabat,’’ kata pria yang biasa disapa Kak Seto itu dalam siaran YouTube BNPB Indonesia, Minggu (22/11).

    Dibandingkan berperan sebagai guru, baiknya orang tua mengambil posisi sebagai temannya. Apalagi selama belajar di rumah, tentunya anak memiliki stres dan hal ini bisa diatasi dengan komunikasi sebagai seorang sahabat.

    ’’Mohon ayah dan ibu memposisikan juga sebagai teman, jadi penuh persahabatan, tidak ada kekerasan, tidak ada pemaksaan dan sebagainya. Lalu ganti PJJ jadi PJD atau pembelajaran jarak dekat, pembelajaran tatap muka tapi tapi yang ditatap bukan guru, yang ditatap adalah guru pengganti dan siapa itu, ya Ayah dan Bunda, Papa dan Mama,’’ ungkapnya.

    Kemudian, pelajaran yang diberikan juga jangan hanya soal mata pelajaran di sekolah saja. Namun, bisa juga soal nasionalisme dan pendidikan karakter, seperti penerapan 3M, yaitu wajib memakai masker, wajib mencuci tangan, wajib menjaga jarak.

    ’’Diajarkan seperti jaga jarak, rajin cuci tangan, menjadi lebih rajin pakai masker untuk menjaga mulut, batuk saja kalau tidak pakai masker juga mudah tertular virus,’’ tegasnya. (*)

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Saifan Zaking, ARM


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePanen, Petani Justru Biarkan Cabai Membusuk di Pohon
    Next Article Merapi Level Siaga, Status Pengungsi Mengalami Penambahan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.