Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Jauhi Kerumunan Bisa Minimalisasi Penularan Covid-19 Hingga 100 Persen
    News

    Jauhi Kerumunan Bisa Minimalisasi Penularan Covid-19 Hingga 100 Persen

    November 19, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jauhi Kerumunan Bisa Minimalisasi Penularan Covid-19 Hingga 100 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Menjauhi kerumunan disebut bisa meminimalisasi penularan virus korona atau Covid-19 hingga 100 persen. Hal ini diungkapkan, Kasubbid Tracking Satgas Covid-19, Kusmedi Priharto dalam diskusi BNPB dengan tema ‘Berburu Zona Hijau: Testing, Tracing dan Treatment’ melalui siaran Youtube, Kamis (18/11).

    “Menjaga jarak itu malah bisa sampai 100 persen tidak menular,” kata Kusmedi.

    Kusmedi meminta masyarakat dapat patuh disiplin 3M yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dan menjaga jarak. Dia menyampaikan, menggunakan masker akan menahan orang tertular hanya 10 sampai dengan 15 persen.

    “Kemudian menjaga jarak itu makin membuat orang tidak tertular, yang jelas artinya bagaimana mengatakan semua protokol kesehatan itu dilakukan dengan baik,” pinta Kusmedi.

    Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi menyatakan, upaya memutus rantai penularan Covid-19 bisa dilakukan dengan 3T yakni, testing, tracing, dan treatment. Kemudian, dari sisi perubahan perilaku juga harus disiplin menerapkan 3M.

    “Keduanya ini butuh didukung oleh perubahan perilaku,” ujar Sonny.

    Sonny mengharapkan, masyarakat untuk tidak takut melakukan testing. Menurutnya, dengan melakukan rapid tes atau swab tes hal ini justru akan menjadi pahlawan kesehatan bagi orang-orang sekitar.

    “Kekhawatiran kalau positif lalu kemudian menimbulkan stigma negatif di masyarakat. Padahal mereka yang mau dites mereka yang mau kemudian rela untuk melakukan isolasi atau karantina, kalau dia positif atau mau dirawat itu justru pahlawan-pahlawan kemanusiaan yang bisa memutus rantai penularan,” pungkasnya.

    Saksikan video menarik berikut ini:

     

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Muhammad Ridwan, ARM


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDorong Investasi dari Eropa, Bahlil Jelaskan UU Cipta Kerja
    Next Article Pemerintah akan Bubarkan 29 Lembaga, 10 Sudah Selesai Pembahasannya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.