Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Jokowi Ingin Ekonomi RI Bergantung Pada Transformasi Produksi
    Ekonomi

    Jokowi Ingin Ekonomi RI Bergantung Pada Transformasi Produksi

    August 31, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jokowi Ingin Ekonomi RI Bergantung Pada Transformasi Produksi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginginkan percepatan transformasi ekonomi dengan memanfaatkan momentum krisis pandemi Covid-19. Sehingga, pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya bergantung pada konsumsi rumah tangga.

    “Kita harus mampu mengubah ketergantungan pertumbuhan ekonomi. Dari sektor konsumsi kita transformasikan ke sektor produksi,” katanya dalam pembukaan Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXI secara virtual, Selasa (31/8).

    Menurutnya, hal itu dapat dilakukan melalui hilirisasi industri dalam mendongkrak perekonomi dalam jangka panjang.

    “Misalnya nikel yang dalam 3 atau 4 tahun akan berubah menjadi barang jadi lithium baterai, baterai listrik, baterai mobil listrik. Begitu juga dengan bauksit, lalu kelapa sawit yang turunannya juga sangat banyak sekali,” tuturnya.

    Selain itu, pemerintah juga menyiapkan transformasi sektor pertanian dari hulu ke hilir. Hal tersebut dapat dilakukan seperti diversifikasi pertanian, kelembagaan petani dengan modal klaster, badan usaha milik petani, dan koperasi.

    Ia mengatakan, nilai tambah dari pasca panen perlu ditingkatkan dan akses pemasaran harus diperluas dengan menjalin kemitraan dengan industri. “Akses pembiayaan juga perlu dipermudah dan disederhanakan,” imbuhnya.

    Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 sebesar 7,07 persen. Konsumsi masyarakat menjadi penyumbang terbesar, yakni 55,07 persen. Sektor investasi menyumbang 29,86 persen, ekspor barang dan jasa 20,31 persen, impor barang dan jasa 19 persen, konsumsi pemerintah 8,51 persen, dan konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LPNRT) 1,26 persen.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePentingnya perluasan asuransi TPL bagi pemilik kendaraan
    Next Article Permodalan LPMUKP Sentuh Nelayan Buton Utara
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.