Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kapolda Ajak Warga Jaga Lahan Pertanian
    Ekonomi

    Kapolda Ajak Warga Jaga Lahan Pertanian

    February 9, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kapolda Ajak Warga Jaga Lahan Pertanian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kapolda Ajak Warga Jaga Lahan Pertanian 2
    Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra hadiri pelaksanaan program Polisi Bersemi dan menanam bibit cabai di Subak Tungkub, Mengwi. (BP/ken)

    MANGUPURA, BALIPOST.com – Lahan pertanian di Bali terus berkurang karena alih fungsi jadi pemukiman atau akomodasi pariwisata. Menyikapi kondisi ini, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra mengajak masyarakat menjaga pertanian Bali dengan cara menggarap lahan tidur jadi produktif.

    “Saya pesan kalau (lahan) tidak dimanfaatkan, ada saja niat lain seperti tanah pertanian dijual sehingga lama-lama berkurang. Ini tidak patut dan harus jadi perhatian kita bersama,” tegas Kapolda Putu Jayan, usai menghadiri kegiatan Polisi Bersemi (berkebun di masa pandemi) COVID-19 dan Warung Men Sampik (warga beruntung menabung sampah plastik) di Subak Tungkub, Mengwi, Badung, Rabu (9/2).

    Terkait program Polisi Bersemi dan Warung Men Sampik, menurut Irjen Putu Jayan, merupakan terobosan kreatif Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes. Menurutnya, dalam situasi seperti ini banyak masyarakat mungkin sebelumnya bergerak di sektor pariwisata, sehingga lahan pertanian miliknya ditinggalkan sehingga tidak produktif.

    Saat pandemi COVID-19, sektor pariwisata terpuruk dan ingin menggarap lahan pertanian tapi banyak hambatan karena selama ini ditelantarkan. Menyikapi kondisi ini, Kapolres Badung kerja sama dinas pertanian dan masyarakat mengelola lahan tidur ini agar lebih bermanfaat bagi pemilik lahan dan lingkunganya.

    “Saya apresiasi terobosan Kapolres Badung ini dan pemilik lahan Bapak Gede Rai yang dulunya seorang guide serta fotografer. Oleh karena itu, kegiatan ini bisa dikembangkan di tempat lain dengan kondisinya berbeda, tidak bisa disamaratakan seperti ini polanya. Ini adalah embrio yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

    Program ini juga selaras dengan yang dilakukan Kodam IX/Udayana saat Pangdamnya dijabat Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, yaitu penyediaan air dengan pompa hidram. Program tersebut dilakukan dalam rangka membantu dan mendukung masyarakat dalam pesediaan air.

    Sedangkan program Warung Men Sampik, kata Putu Jayan, berkaitan pelestarian lingkungan. “Kita tahu Pemprov Bali sudah ada aturan untuk membatasi penggunaan produk plastik. Warung Men Sampik ini mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan khusus mengurangi sampah plastik,” tandasnya.

    Apalagi Presidensi G20 salah satu isu diangkat berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Program ini bisa disinergikan Polda Bali dengan Kodam IX/Udayana mendukung program pemerintah dan Presidensi G20 terkait pelestarian alam serta peningkatan ekonomi nasional nantinya melalui ketahanan pangan.

    Sementara Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes menyampaikan, ini lokasi ke-14 dilaksanakan Polisi Bersemi. Kegiatan ini kali ini tergolong istimewa karena singkronisasi atau pengintegritasan antara program Polisi Bersemi dengan Warung Men Sampik.
    “Isu yang kami angkat kali ini adalah pelestarian lingkungan hidup. Di desa-desa wilayah hukum Polres Badung dituntukan satu pioner yang akan menjadi pengumpul sampah plastik. Selanjutnya dikirim ke pengolah sampah plastik,” ujarnya.

    Warga yang menjual sampah plastik akan diberikan buku tabungan. Uang dari jual sampah plastik itu bisa diambil dan digunakan biaya kebutuhan sehari-hari atau upacara adat.

    Latar belakang dipilihnya lahan milik Gede Rai, kata Dedy, karena hasil survei dan riset dilakukannya selama 10 tahun tidur atau tidak dikelola. “Kami minta kelola bersama. Kami bantu bibit, pupuk dan lainnya. Kami juga ajak kelompok tani untuk mengelola lahan ini bersama-sama,” ujarnya.

    Dipilihnya bibit terong, cabai dan jagung ditanam di lahan tersebut, karena hasil riset petugas Balai Penyuluhan Pertanian, kandungan tanahnya memang cocok tanaman itu agar hasilnya maksimal. (Kerta Negara/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTurunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Melalui Perbaikan Data
    Next Article Hyundai,Kia minta pemilik kendaraan yang ditarik di AS parkir di luar
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.