Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Karena Ini Petani Cabai Merugi Belasan Juta Rupiah
    Ekonomi

    Karena Ini Petani Cabai Merugi Belasan Juta Rupiah

    December 13, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Karena Ini Petani Cabai Merugi Belasan Juta Rupiah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Karena Ini Petani Cabai Merugi Belasan Juta Rupiah 2
    I Ketut Kaler menunjukan buah cabainya yang busuk di pohon. (BP/Ina)

    BANGLI, BALIPOST.com – Petani cabai di Subak Gede Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Susut merugi. Hal ini karena akibat guyuran hujan. Buah cabai yang sudah siap panen pun menjadi rusak dan busuk. I Ketut Kaler, petani di subak Gede Tanggahan Peken mengakui, di musim hujan ini petani harus menanggung kerugian hingga Rp 15 juta lantaran semua tanaman cabainya gagal panen.

    Dia mengungkapkan, lahan seluas 20 are miliknya ditanam 5 ribu batang tanaman cabai jenis merah besar. Tanaman cabainya saat ini sudah berumur sekitar 3 bulan dan siap panen. Namun di tengah naiknya harga cabai di tingkat petani mencapai Rp 45 ribu per kilogram, justru petani harus menanggung rugi yang tidak sedikit. Seluruh tanaman cabainya yang sudah berbuah dan siap panen kondisi buahnya rusak dan membusuk. “Sama sekali tidak bisa dijual,” ungkapnya, Minggu (13/12).

    Penyebab buah cabainya busuk karena cuaca buruk. Sejak beberapa bulan terakhir, tanaman cabainya terus menerus diguyur hujan. “Karena hujannya pagi malam, jadi terus terendam air sehingga buahnya busuk kena antrak,” katanya.

    Tak hanya dirinya, sejumlah petani lain di Subak Gede Tanggahan Peken juga dikatakan mengalami kondisi serupa. Dari Sekitar 200 hektar luas lahan pertanian di Subak Gede Tanggahan Peken, ada sekitar 2 hektar lahan yang berisi tanaman cabai. “Kondisinya sama seperti saya. Tidak bisa panen,” terangnya.

    Kalau saja cuaca bagus, dari 5 ribu batang tanaman cabainya, Kaler memperkirakan bisa mendapat hasil panen sebanyak 10 ton. Hitungannya, satu batang tanaman cabai bisa menghasilkan 2 kilogram cabai. “Kalau saya boleh pilih lebih baik dapat harga jual Rp 10 ribu dari pada harga jual mahal seperti sekarang tapi hasil produksi tidak bisa dijual,” imbuh Kaler. (Dayu Rina/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePenyakit Covid-19 Gila-Gilaan, Jangan Debatkan Vaksin
    Next Article 4 Hal Penting yang Wajib Diperoleh Istri dari Suami Agar Harmonis
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.