Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Karena Ini, Uji Coba MLFF di Tol Bali Mandara Ditunda
    Ekonomi

    Karena Ini, Uji Coba MLFF di Tol Bali Mandara Ditunda

    May 30, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Karena Ini, Uji Coba MLFF di Tol Bali Mandara Ditunda 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Karena Ini, Uji Coba MLFF di Tol Bali Mandara Ditunda 2
    President Director Roatex Indonesia Toll System Musfihin Dahlan di Jakarta, Selasa (30/5/2023). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Rencana uji coba Multi Lane Free Flow (MLFF) di Tol Bali Mandara pada 1 Juni 2023 ditunda. Demikian dikatakan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai badan usaha pelaksana (BUP).

    “Semestinya uji coba MLFF pada 1 Juni di Bali, tapi kami dari BUP meminta maaf kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia bahwa uji coba belum bisa kita laksanakan,” ujar President Director Roatex Indonesia Toll System Musfihin Dahlan di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (30/5).

    Dia mengatakan, alasan belum bisa dilaksanakannya uji coba tersebut karena teknologi sistem MLFF yang dipersiapkan untuk uji coba belum bisa memenuhi standar key performance indicator (KPI) yang disepakati. “Garis besarnya adalah sistem ini menjamin 100 persen pendapatan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari tarif tol. hingga beberapa hari menjelang tanggal 1 Juni, kita tidak bisa mendapatkan KPI 100 persen dari kontraktor utama (main contractor) yakni perusahaan Hongaria Multi Contact Zrt.,” katanya.

    Teknologi itu mungkin yang akan diserahkan kepada Indonesia, lanjutnya, belum teruji dan belum disesuaikan dengan kondisi kebutuhan yang ada di Indonesia. Kemungkinan di tempat lain di Hongaria, teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan dan kondisi di Hongaria, sedangkan di Indonesia agak berbeda.

    “Perbedaan yang paling mendasar di kita adalah di Hongaria operator jalan tolnya di bawah kontrol dan dibayar oleh pemerintah, sedangkan BUJT di Indonesia adalah pihak swasta yang mereka investasi dan mendapatkan pinjaman dari bank serta hal itu bersifat perdata atau bisnis murni. karena itu tidak bisa serta-merta MLFF ini diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi BUJT di Indonesia. itu yang saya kira perbedaan mendasar yang terjadi antara Hongaria dan Indonesia,” kata Musfihin Dahlan.

    Dia menambahkan pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah Indonesia terkait hal ini, dan pemerintah Indonesia sudah mengetahuinya. “Saya kira secara keseluruhan kita meminta pemerintah untuk melakukan review terhadap program MLFF ini, supaya ke depannya bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan harapan pemerintah dan harapan operator jalan tol di Indonesia serta tentunya harapan masyarakat Indonesia,” katanya.

    Perbedaan mendasar lainnya yang menjadi alasan tertundanya uji coba MLFF berkaitan dengan transfer teknologi. Musfihin mengatakan, pihaknya menginginkan untuk menyerahkan proyek MLFF ini kepada pemerintah secara utuh, sebagai teknologi yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu seluruh prosesnya (termasuk transfer teknologi) harus diserahkan.

    “Sampai hari ini kami belum bisa mendapatkan repository dan source code dari pengembang (Hongaria). Kedua hal tersebut penting karena bagaimana pemerintah Indonesia nantinya bisa mengontrol dan tim kami dari Indonesia mengontrol dalam development dari sistem ini,” katanya.

    Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berencana melakukan uji coba transisi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) pada 1 Juni 2023 di Bali.

    Dengan MLFF, maka sistem transaksi tol akan lebih cepat karena pengguna tidak perlu lagi berhenti untuk menempelkan kartu elektronik, sehingga dapat mengurangi antrean di gerbang tol. Selain itu, MLFF membuat biaya operasional pengumpulan tol semakin efisien. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKonsumsi Protein Hewani Masyarakat Indonesia Cukup Rendah
    Next Article Polri Diminta Usut Indikasi Aliran Dana Politik Bersumber dari Bandar Narkoba
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.