Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kebijakan Penggunaan Kain Endek Didukung Penuh Pimpinan Daerah
    Ekonomi

    Kebijakan Penggunaan Kain Endek Didukung Penuh Pimpinan Daerah

    February 22, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kebijakan Penggunaan Kain Endek Didukung Penuh Pimpinan Daerah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kebijakan Penggunaan Kain Endek Didukung Penuh Pimpinan Daerah 2
    Pedagang sedang menata busana yang terbuat dari tenun endek. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Surat Edaran Gubernur Bali tentang penggunaan pakaian/busana berbahan kain endek setiap hari Selasa siap didukung oleh pimpinan daerah Kabupaten/kota di Bali. Selain memang telah memiliki kebijakan serupa, akan ada multiflier effect secara ekonomi yang sangat besar bagi perajin endek di setiap daerah.

    Untuk memaksimalkan manfaat ekonomi, penggunaan kain endek tidak hanya untuk kegiatan perkantoran tetapi juga saat melaksanakan untuk kegiatan adat. Perajin Kain Endek diminta berinovasi.

    Pelaksana harian (Plh) Bupati Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra. Menurutnya kebijakan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat yang bergerak di bidang industri kerajinan tenun lokal Bali. Giri Putra mengungkapkan, sebelum dikeluarkannya kebijakan tersebut oleh Gubernur Koster, Pemkab Bangli sejatinya sudah menerapkan kebijakan penggunaan pakaian/busana berbahan kain endek tiap hari Selasa, sejak beberapa tahun lalu.

    Kebijakan penggunaan endek diterapkan di kalangan pegawai di lingkungan Pemkab Bangli. Tujuannya sama, untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya yang bergerak di industry kerajinan endek. “Dengan memakai endek, secara multiflier efek memberikan keuntungan. Terutama usaha kerajinan endek bisa lebih terdorong. Dengan usaha kerajinan berkembang, tentunya akan mencari tenaga kerja sehingga itu bisa mengurangi angka pengangguran dan daya beli masyarakat juga dapat meningkat,” kata Giri Putra, Jumat (19/2).

    Sementara itu Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan untuk memperluas pasar pengerajin endek di Gianyar diminta untuk berinovasi.Diungkapkannya, kain tenun ikat (endek) mesti diinovasikan sehingga tidak hanya digunakan dalam perkantoran. Kain tenun endek bisa digunakan dalam berpakaian adat. Bupati Mahayastra menyampaikan kain tenun endek juga bisa didesain warna putih. ” Kain tenun endek bisa digunakan dalam kegiatan upacara adat oleh semua kalangan masyarakat,” ucapnya.

    Tiga Hari Seminggu

    Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Jumat (19/2) menyampaikan kembali membuat edaran baru, dimana pemakaian endek tidak hanya setiap Selasa, tetapi juga setiap Kamis dan Jumat. Ini khusus diterapkan di internal Pemkab Klungkung.

    “Kami bikin edaran baru lagi, sekarang Klungkung tiga kali pakai endek. Pertama Selasa, kalau tidak rainan (hari raya) saat Kamis, maka bagian atasannya pakai endek. Jumat juga, yang biasanya pakai pakaian olahraga saja, jadinya hanya paginya saja, untuk siangnya pakai endek. Karena usai olahraga pagi, selanjutnya kembali bertugas melakukan pelayanan publik,” kata Bupati Suwirta.

    Ia menegaskan, ini diterapkan khusus pada internal Pemkab Klungkung. Sementara lembaga dan instansi lainnya, menyesuaikan dengan SE Gubernur Bali. Mengenai warna dan motif tenun endek, bebas, tetapi modelnya seragam dan terlihat sopan, agar tidak mencolok. Klungkung memang sejak awal sudah komitmen untuk melestarikan khasanah produk lokal dan menguatkannya dari gempuran produk luar. Maka, menurutnya SE Gubernur ini, sudah seyogyanya disambut antusias, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melestarikan endek.

    Dengan adanya SE Gubernur Bali sekaligus kebijakan baru Pemkab Klungkung, maka ini akan berdampak pada naiknya permintaan kain tenun endek. Maka, para perajin tenun lokal, harus mengantisipasinya dan memanfaatkan peluang yang ada, untuk merespons permintaan pasar.

    “Karena permintaan nanti banyak, perajin juga harus mengikuti. Harus inovatif, berinovasi soal motif. Kalau misalnya ke pura, pakai paju putih misalnya, endeknya bisa didesain dominan warna putih,” tegasnya. (Dayu Swasrina/Wirnaya/Bagiarta)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDi Masa Pandemi, Kinerja Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Tetap Tumbuh
    Next Article 4 Zodiak ini Dikenal Mudah Hancurkan Hati dan Perasaan Orang Lain
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.