Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kelompok Petani Manik Sari Jatuh Bangun Berjuang, Akhirnya Tembus Pasar Internasional
    Ekonomi

    Kelompok Petani Manik Sari Jatuh Bangun Berjuang, Akhirnya Tembus Pasar Internasional

    January 17, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kelompok Petani Manik Sari Jatuh Bangun Berjuang, Akhirnya Tembus Pasar Internasional 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kelompok Petani Manik Sari Jatuh Bangun Berjuang, Akhirnya Tembus Pasar Internasional 2
    Ketua Kelompok Kopi Manik Sari, I Ketut Sudi menunjukkan Anugerah Bali Brand yang diperolehnya. (BP/Febrian Putra)

    MANGUPURA, BALIPOST.com – Menjadi petani tidak mudah. Banyak proses yang harus dilalui dan diperjuangkan untuk mencapai kesuksesan. Jatuh bangun menjadi hal biasa dalam bertani, namun usaha pastinya tidak mengkhianati hasil. Terbukti, upaya Kelompok Kopi Manik Sari yang jatuh bangun memasarkan kopi hasil pertanian mereka hingga berhasil menembus pasar internasional.

    Bahkan siapa sangka, kopi yang dihasilkan Kelompok Kopi Manik Sari, Banjar Semanik, Desa Plaga, Kabupaten Badung ini menjadi salah satu pemasok kopi merk internasional yang menjadi tempat favorit anak muda di seluruh dunia.

    Ketua Kelompok Kopi Manik Sari, I Ketut Sudi, menceritakan beratnya menghasilkan produk pertanian yang berkualitas hingga sesuai permintaan pasar. “Menekuni pertanian harus susah dan tidak mudah. Pertama, harus memikirkan bagaimana merawat tanaman, setelah itu bagaimana memproses hasil panen. Belum lagi memasarkan,” tuturnya.

    Pria yang telah mengabdikan hidupnya menjadi petani kopi sejak 1989 ini berhasil meningkatkan penjualan dari 15 kg per bulan, kini telah mampu ditingkatkan menjadi 500 kg per bulan. Sebelum memiliki pasar sendiri, kopi yang dihasilkan dijual ke penebas dalam bentuk green bean. Ia menjual ke salah satu perusahaan di Singaraja dan dominan dijual oleh pengepul dari Jakarta. Oleh pengepul dari Jakarta inilah, kopinya berhasil menembus pasar high end, yaitu disuguhkan pada café kopi brand internasional.

    Ketut Sudi (52) mengatakan mengolah kopi tidak serta merta bisa lakukan. Namun diperoleh dari proses belajar dan pelatihan. “Saya sempat mengikuti pelatihan di Jember, Brastagi dan beberapa wilayah lain dan saya praktekkan di sini. Akhirnya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Sudi menuturkan, sejak awal leluhurnya memang mewariskan pertanian. Sehingga sebagai generasi penerus, ia juga menekuni usaha pertanian, khususnya kopi. Dengan mengetahui potensi di Desa Semanik, sebagai tempat yang cocok menanam Kopi Arabica, maka ia bersama 126 orang petani kopi lain menghimpun diri dalam bentuk klaster kopi dengan luas kebun kopi 160 ha.

     

    Sebelum memiliki pasar sendiri, kopi yang dihasilkan dijual ke penebas dalam bentuk green bean. Ia menjual ke salah satu perusahaan di Singaraja dan dominan dijual oleh pengepul dari Jakarta. Oleh pengepul dari Jakarta inilah, kopinya berhasil menembus pasar high end, yaitu disuguhkan pada café kopi brand internasional.

    “Untuk bisa sampai kesitu (pasar internasional) harus dimulai dari pemetikan, yakni harus petik merah, setelah dipetik ada penyortiran, difermentasi selama 24 jam dan dijemur di greenhouse, jadi untuk menghasilkan yang bagus prosesnya panjang,” katanya.

    Kelompok Petani Kopi yang di inisiasi oleh I Ketut Sudi, mampu memberdayakan petani sekitar, memberikan kesejahteraan dan membuat Desa Semanik, Plaga dikenal luas sebagai salah satu pusat pertanian kopi di Bali. Hal tersebut tidak lepas dari solidnya anggota kelompok petani yang ingin daerahnya semakin maju dan berkembang dengan memanfaatkan SDA yang ada.

    “Saya sangat berterima kasih kepada Bali Post yang telah memberikan penghargaan Bali Brand. Ini sebagai support kami sebagai petani kopi agar terus dapat berkembang,” katanya. (Parwata/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMobil konsep Lexus hingga Google pasang wajah “Ibu Kasur”
    Next Article Anak Dihadapkan pada Pilihan Jurusan, Diskusi Boleh asal Jangan Maksa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.