Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Keluar dari Resesi, Akhir Tahun Ditutup dengan Kenaikan Harga Pangan
    Ekonomi

    Keluar dari Resesi, Akhir Tahun Ditutup dengan Kenaikan Harga Pangan

    December 31, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Keluar dari Resesi, Akhir Tahun Ditutup dengan Kenaikan Harga Pangan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Tahun 2021 yang masih terselimuti oleh pandemi Covid-19 memicu berbagai ketidakpastian perekonomian seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, kehadiran varian Delta pada pertengahan 2021 sempat membuat ekonomi jatuh bangun karena terjadi gelombang kedua Covid-19.

    Namun, perjuangan perekonomian tanah air juga telah membuahkan hasil. Hal tersebut terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengumumkan bahwa pada triwulan II 2021 ekonomi nasional meroket, hingga menyentuh angka 7,0 persen secara tahunan (year on year). Hal tersebut, membuat Indonesia resmi keluar dari resesi yang membelenggu akibat pertumbuhan ekonomi minus pada periode sebelumnya.

    Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, angka tersebut tumbuh signifikan jika dibandingkan pada kuartal I 2021 yang tumbuh sebesar 3,31 persen. Secara kumulatif yaitu sejak Januari hingga Juni 2021 tumbuh 3,10 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tanah air tak terlepas dari peningkatan ekonomi global pada kuartal II 2021, dimana pergerakan indeks PMI global pada Maret 54,8 yang terus mengalami kenaikan hingga Juni 2021 di posisi 56,6.

    Selain itu, harga komoditas makanan dan hasil tambang internasional naik secara kuartal maupun tahunan mengalami kenaikan. Makanan gandum minyak kelapa sawit dan kedelai naik dan hasil tambang final alumunium dan tembaga di pasar naik.

    Kemudian, pertumbuhan ekonomi RI juga dipengaruhi oleh pertumbuhan kuartal II 2021 beberapa minta dagang Indonesia seperti Tiongkok tumbuh 7,9 persen, Amerika Serikat (AS) naik 12,2 persen, Singapura Naik 14,3 persen, Korea Selatan naik 5,9 persen, dan beberapa mitra dagang lainnya.

    “Pertumbuhan ekonomi negara lain mendorong permintaan luar negeri dari segi ekspor,” ucapnya.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article3.092 Bencana Terjadi Sepanjang 2021, Didominasi Bencana Banjir
    Next Article BMKG Pastikan Alat Penunjang Keselamatan di Bandara Soetta Aman
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.