Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kepemilikan NIK Berkorelasi Dengan Kemiskinan
    News

    Kepemilikan NIK Berkorelasi Dengan Kemiskinan

    July 13, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kepemilikan NIK Berkorelasi Dengan Kemiskinan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kepemilikan NIK Berkorelasi Dengan Kemiskinan 2
    Tangkapan layar Perencana Muda Kementerian PPN/Bappenas Fisca Miswara Aulia alam diskusi publik yang diselenggarakan INDEF secara hybrid, di Jakarta, Rabu (13/7/2022). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan kemiskinan ada korelasi. Hal itu dikatakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. “Kemiskinan tertinggi itu ada di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, dan ternyata mayoritas penduduk miskin yang tidak punya NIK ada di Papua sekitar 50,78 persen,” kata Perencana Muda Kementerian PPN/Bappenas Fisca Miswara Aulia alam diskusi publik yang diselenggarakan Indef secara hibrid, di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (13/7).

    Fisca menuturkan temuan tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan besar penduduk miskin tersebut tidak terdaftar dalam database, sehingga banyak yang belum mendapatkan bantuan yang seharusnya didapatkan. “NIK sangat penting karena untuk bisa menerima program bantuan sosial, mereka harus terdaftar dalam daya terpadu kesejahteraan sosial, dan salah satu prasyarat utamanya adalah memiliki NIK,” ujarnya.

    Kementerian PPN mencatat sebanyak 22,72 persen penduduk miskin berusia 0-17 tahun atau 2,4 juta jiwa belum memiliki akta kelahiran. Sedangkan 1,5 juta jiwa atau 14,29 persen tidak mampu menunjukkan akta kelahiran meski mengaku punya.

    Sedangkan sebanyak 7,54 persen penduduk miskin belum memiliki NIK yang dapat menjadi proxy atas kepemilikan KTP dan dokumen kependudukan legal lainnya, seperti Kartu Keluarga (KK). “Hal krusial untuk dapat terdaftar dalam penerima bansos yaitu kepemilikan dokumen kependudukan seperti kepemilikan akta kelahiran untuk anak dan juga KTP khususnya untuk penduduk miskin dan rentan,” jelasnya.

    Adapun secara persentase, penduduk miskin tertinggi berada di wilayah bagian timur dan tengah. Di urutan pertama ada Papua, lalu Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara absolute, 5 provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak berada di Jawa Timur (4,4 juta), Jawa Tengah (3,9 juta), dan Jawa Barat ( 3,9 juta).

    Lebih lanjut Fisca menyampaikan permasalahan data penduduk miskin/rentan di desa/kelurahan didasari oleh beberapa faktor yakni pendataan penduduk, interkoneksi data, pendanaan, lalu sistem informasi, ketersediaan SDM, dan kelembagaan. “Tantangan dalam penyaluran bantuan, mereka belum semua mempunyai privilege untuk memilih bank dan akses poin. Seperti di Papua yang kondisi geografis yang sulit sehingga cost untuk ke sana lebih besar dibandingkan bantuan yang mereka dapatkan,” jelasnya,

    Selain itu juga ada tantangan terhadap distribusi akses poin yang tidak memadai dan isu pengalaman pengguna terkait hambatan otentifikasi, teknologi digital yang kurang bersahabat serta hambatan pada proses pemeriksaan dan kejelasan data. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIstri Kadiv Propam Polri Alami Depresi dan Gangguan Sulit Tidur
    Next Article Mantan Dirut Pertamina Dicegah ke LN
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.