Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kesalahan Perhitungan Negara Adidaya Penyebab Meluasnya Ekstremisme di Asia Barat
    News

    Kesalahan Perhitungan Negara Adidaya Penyebab Meluasnya Ekstremisme di Asia Barat

    August 4, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kesalahan Perhitungan Negara Adidaya Penyebab Meluasnya Ekstremisme di Asia Barat

    Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (Foto:Richard Drew / AP)

    Teheran, Jurnas.com – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan kesalahan perhitungan dan kesalahan besar yang dibuat oleh kekuatan besar dunia selama beberapa dekade terakhir adalah penyebab utama melonjaknya ekstremisme di wilayah Asia Barat.

    Zarif membuat pernyataan dalam pidato yang disampaikan di Fakultas Studi Dunia di Universitas Teheran pada Senin (3/8), bagian kedua dari kursus lima bagian dalam hubungan internasional berjudul, “Dunia dalam Transisi”.

    “Ekstremisme adalah hasil kesalahan perhitungan dan pendudukan (negara-negara regional oleh kekuatan dunia). Masalah utama, yang berevolusi menjadi kondisi menyedihkan yang ada adalah masalah `kesalahpahaman` dan `salah perhitungan`, yang menyebabkan kekuatan regional dan negara adidaya membuat kesalahan,” ujar Zarif.

    “Kesalahan perhitungan yang dilakukan oleh kekuatan besar, atau dengan kata lain negara adikuasa, sehubungan dengan tatanan modern dunia telah menghasilkan konsekuensi, yang jauh lebih berbahaya daripada kesalahan yang dilakukan oleh negara lain,” tegas Zarif.

    Ia menggambarkan invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) pada 2003 ke Irak sebagai salah perhitungan salah satu kekuatan besar, dengan mengatakan bahwa ada banyak ambiguitas seputar serangan tersebut pada permulaannya.

    Baca juga.. :

    • Regeneron Pharmaceuticals Sukses Uji Terapi Antibodi COVID-19
    • Ngeri, Satu Orang Meninggal Akibat Covid-19 Setiap Tujuh Menit di Iran
    • Syarat TikTok Beroperasi, Trump: AS Harus Dapat Porsi

    “Tapi ada sesuatu yang mencolok. Sudah jelas sejak awal bahwa perang (AS) ini (terhadap Irak) akan mengarah pada penyebaran ekstremisme di dunia,” ujarnya.

    Pada awal 2003, AS, yang didukung oleh Inggris, menyerbu Irak dengan dalih bahwa rezim mantan diktator negara itu, Saddam Hussein, memiliki senjata pemusnah massal (WMD). Namun, tidak ada senjata seperti itu yang pernah ditemukan di Irak.

    Invasi itu menjerumuskan Irak ke dalam kekacauan dan menyebabkan bangkitnya kelompok-kelompok teroris, termasuk kelompok Daesh Takfiri, di seluruh wilayah.

    AS dan koalisi sekutu-sekutunya selanjutnya meluncurkan kampanye militer melawan sasaran-sasaran Daesh yang diakui di Irak pada 2014, tetapi operasi mereka dalam banyak kasus menyebabkan kematian warga sipil.

    Di tempat lain dalam pidatonya, Zarif menyinggung penarikan AS dari beberapa perjanjian internasional, dan mengatakan kebijakan seperti itu hanya mirip dengan ide-ide fanatik dan keras kepala yang bertentangan dengan realitas dunia di lapangan.

    Beberapa pemain di kancah internasional, seperti AS berjuang mengendalikan situasi dengan menggunakan aturan lama dan mengandalkan keunggulan militer mereka, tetapi pendekatan mereka menyebabkan bencana.

    AS di bawah Presiden Donald Trump telah menarik diri dari beberapa perjanjian internasional yang menentang protes global.

    Trump, seorang kritikus perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia ecara sepihak menarik Washington dari perjanjian pada Mei 2018, dan mengeluarkan sanksi “terberat” terhadap Republik Islam yang menentang kritik global.

    Pemerintahan Trump juga menarik AS dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia tahun lalu. Traktat 1992 memungkinkan negara-negara anggota melakukan penerbangan pengintaian dengan pemberitahuan singkat, tidak bersenjata, di atas negara-negara lain untuk mengumpulkan data tentang kekuatan dan kegiatan militer mereka.

    Bukan hanya itu, Trump juga menarik negaranya keluar dari organisasi budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO, dan kesepakatan iklim Paris. (Press TV)

    TAGS : Mohammad Javad Zarif Amerika Serikat Iran Donald Trump

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/76405/Kesalahan-Perhitungan-Negara-Adidaya-Penyebab-Meluasnya-Ekstremisme-di-Asia-Barat/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article99 Persen BLT Dana Desa Telah Tersalurkan
    Next Article Komisi X DPR: Kemendikbud Harus Subsidi PJJ
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.