Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Keterlambatan Penurunan Suku Bunga Picu Perekonomian Tak Kondusif
    Ekonomi

    Keterlambatan Penurunan Suku Bunga Picu Perekonomian Tak Kondusif

    February 22, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Keterlambatan Penurunan Suku Bunga Picu Perekonomian Tak Kondusif 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Keterlambatan Penurunan Suku Bunga Picu Perekonomian Tak Kondusif 2
    Ilustrasi. (BP/Istimewa)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Di tengah bank sentral sudah menurunkan suku bunga acuan (BI7DRRR) yang saat ini mencapai 3,5 persen, namun dunia perbankan belum mencermati penurunan bunga kredit. Situasi tersebut menyebabkan perekonomian menjadi tidak kondusif.

    Asisten Gubernur BI Juda Agung mengatakan, bank -bank mencoba mendapat keuntungan yang lebih di saat seperti ini. Ia menyoroti melebarnya spread atau selisih antara suku bunga acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) dengan suku bunga dasar kredit (SBDK), katanya dikutip dalam Kantor Berita Antara, Senin (22/2).

    Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial ini menambahkan spread SBDK terhadap BI7DRRR cenderung melebar dari sebesar 5,27 persen pada Juni 2019 menjadi 6,36 persen pada Desember 2020. Pada saat itu, suku bunga acuan BI mencapai 3,75 persen, sedangkan SBDK perbankan mencapai 10,11 persen.

    Juda menjelaskan, perbankan baru menurunkan total 116 basis poin SBDK, sedangkan BI sudah menurunkan bunga acuan sebesar 225 basis poin sejak Juni 2019. “Yang terjadi justru spread ini mengalami kenaikan sehingga ini salah satu faktor mengapa orang masih ragu-ragu meminta kredit dari perbankan karena suku bunganya masih cukup tinggi,” katanya.

    Berdasarkan kelompok bank, bank BUMN, lanjut dia, merupakan bank yang responsnya paling kaku atau rigid dengan besaran SBDK paling tinggi mencapai 10,79 persen pada Desember 2020 dibandingkan pada Juni 2019 mencapai 11,67 persen.

    Kemudian, BPD mencapai 9,80 persen dibandingkan posisi Juni 2019 mencapai 10,58 persen, bank umum swasta nasional 9,67 persen dibandingkan Juni 2019 mencapai 10,87 persen.

    Sedangkan SBDK kantor cabang bank asing, kata dia, yang paling responsif terhadap penurunan suku bunga acuan BI dengan SBDK mencapai 6,17 persen dari posisi sebelumnya mencapai 9,01 persen.

    Padahal, lanjut dia, terkait biaya-biaya yang menentukan suku bunga, sudah turun salah satu di antaranya adalah biaya overhead perbankan. “Kita harap bank-bank merespons dengan lebih cepat, oleh sebab itu transparansi suku bunga, upaya kita kan mendorong bank lebih responsif dalam merespon kebijakan BI,” katanya.

    Di sisi lain, ketika BI menurunkan suku bunga acuan, Juda mengamati perbankan paling cepat menurunkan suku bunga deposito. “Itu suku bunga deposito hampir sama (besaran) penurunannya, jadi sangat responsif, tapi suku bunga kreditnya yang masih sangat rigid,” imbuhnya. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBawa Endek ke Fashion Dunia, Bagian dari Rentetan Ide Cemerlang Gubernur Koster
    Next Article Harganya Ratusan Juta, 2 Jenis Tas Hermes ini Tetap Laris saat Pandemi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.