Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Ketika Anak Mulai Tahu Siapa Temannya, Boleh Bolo-boloan Nggak, Ma?
    Lifestyle

    Ketika Anak Mulai Tahu Siapa Temannya, Boleh Bolo-boloan Nggak, Ma?

    August 1, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ketika Anak Mulai Tahu Siapa Temannya, Boleh Bolo-boloan Nggak, Ma? 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Mom, pernah dengar anak bilang nggak mau bolo (berteman) sama salah seorang temannya nggak? Alasannya beragam sih. Dan tidak jarang, alasannya bikin perut kaku karena tertawa begitu mom mendengarnya.

    —

    SETIAP orang tua pasti menginginkan anaknya bisa bersosialisasi dengan baik. Punya teman yang superbanyak. Dan anak tetap manis saat berinteraksi dengan teman-temannya. Ya, tapi namanya juga anak-anak, mom. Ada saja kelakuannya. Hehe.

    Psikolog anak Agustina Twinky Indrawati menyatakan, berbicara konsep mengenal lingkungan seperti berteman, sebetulnya anak itu sudah mengenalnya dari usia baby. Awalnya dari orang terdekat dulu. Misalnya, mama, ayah, nenek, kakek, atau kakak. Namun, cara anak untuk berteman itu mungkin akan berbeda. ’’Masih usia batita-balita biasanya berteman untuk bertengkar,” katanya saat dihubungi Jawa Pos pada Selasa (20/7).

    Menurut salah seorang founder Sebaya Riang itu, pada usia batita dan balita, anak gampang berteman, tapi juga mudah berantem. Hal-hal kecil saja bisa membuat anak bertengkar. Dia menilai, kondisi tersebut tidak menjadi masalah. Dengan catatan, berantemnya tidak sampai mengarah ke fisik atau interaksi berteman anak yang melanggar moralitas.

    Lantas, apakah ada standar ideal usia teman untuk anak? Twinky menyebutkan, tidak mengapa jika anak menjalin pertemanan dengan teman yang usianya lebih dewasa setahun atau dua tahun.

    Pada dasarnya, tidak masalah jika anak berteman dengan siapa saja. Twinky menyatakan, malah hal itu membuat anak bisa belajar. ’’Kapan sih aku harus ngomong begini ke teman sebaya atau tidak. Orang tua tetap perlu memantau, ya,” jelasnya.

    Sejak usia 9 bulan, jiwa berteman dalam diri anak semakin kuat. Di usia itu, anak mulai bisa berjalan. Kemudian jika anak, terutama usia batita-balita, sampai melakukan blok-blokan saat berteman, orang tua perlu mengevaluasi.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePuluhan Ton Bangkai Ikan Sebabkan TPA Overload
    Next Article Dari Bali Masih Tambah Seribuan Warga Terjangkit hingga 3 Zona Merah dengan Kesembuhan Terbanyak
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.