JawaPos.com – Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Faldo Maldini menyebut, kebijakan Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa yang membolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menjadi prajurit TNI, merupakan upaya menghadirkan keadilan. Dia tak ingin, kebijakan tersebut menjadi polemik di tengah masyarakat.
“Sudah clear apa penjelasan Panglima. Beliau yakin ini sebagai upaya menghadirkan keadilan. Jadi, tidak perlu kita kembang-kembangkan lagi,” kata Faldo dikonfirmasi, Minggu (3/4).
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menilai langkah Jenderal Andika merupakan cara menghadirkan persatuan di Indonesia. “Kami harap persoalan seperti ini tidak perlu kita besar-besarkan, kita ini semua merah putih. Kita mesti upayakan persatuan, apa yang dilakukan panglima salah satu cara,” tegas Faldo.
Dia menegaskan, tidak ada yang salah dari kebijakan Panglima TNI tersebut. Faldo enggan menyikapi lebih jauh, jika ada pihak yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut.
“Kami harap kita semakin menghormati satu sama lain. Panglima punya pandangan, ya saya kira tidak ada yang salah. Kalau ada yang tidak setuju, ya biasa saja,” ucapnya.
Pernyataan senada juga sebelumnya disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin yang menilai kebijakan Jenderal Andika Perkasa sudah benar dan tepat. Menurut dia, Jenderal Andika mengikuti aturan yang ada sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Editor : Estu Suryowati
Reporter : Muhammad Ridwan
Credit: Source link




