Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Kiat Mengenali dan Menghindari Lowongan Kerja Palsu
    Lifestyle

    Kiat Mengenali dan Menghindari Lowongan Kerja Palsu

    November 29, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kiat Mengenali dan Menghindari Lowongan Kerja Palsu 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Platform ketenagakerjaan JobStreet membagikan sejumlah kiat untuk mengidentifikasi dan menghindari lowongan pekerjaan palsu sehingga dapat menjadi pelamar kerja yang cermat, dikutip dari ANTARA.

    Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan terdapat peningkatan sebesar 1,87 persen lowongan kerja baru pada 2022 dibandingkan dengan 2021. Menurut JobStreet, peningkatan jumlah lowongan kerja berpotensi terjadi peningkatan lowongan kerja palsu.

    Managing Director JobStreet di Indonesia Varun Mehta mengingatkan bahwa orang yang sangat terdesak mencari pekerjaan mereka secara psikologis cenderung kurang fokus dalam memeriksa iklan lowongan, sehingga kurang teliti dan antisipatif terhadap modus penipuan yang mungkin terjadi. Situasi ini, kata Varun, dimanfaatkan oleh oknum-oknum perusahaan palsu.

    “Selain itu, hal ini juga dapat berdampak terhadap psikologis pencari kerja yang jatuh ke lubang ini. Korban bisa putus asa dan kehilangan semangat untuk mencari lowongan kerja yang lain. Oleh karena itu, para pencari kerja harus lebih berhati-hati saat menerima lowongan pekerjaan,” kata Varun dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

    Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari lowongan kerja palsu.:

     

    1. Waspada terhadap lowongan pekerjaan yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan
    Dibayar dengan gaji besar untuk melakukan tugas-tugas ringan adalah skenario impian bagi siapa pun. Namun, beberapa ‘tawaran pekerjaan’ ini bisa jadi penipuan.

    Orang yang menjadi korban penipuan biasanya tertarik dengan janji gaji tinggi dan pekerjaan mudah, yang merupakan kombinasi ideal bagi mereka yang mencari pekerjaan paruh waktu atau mereka yang memiliki pengalaman bekerja yang minim.

    2. Perekrut berkomunikasi secara eksklusif melalui media sosial
    Jika seorang perekrut menghubungi Anda melalui media sosial, Anda sebaiknya sudah lebih skeptis. Perekrut dari perusahaan resmi biasanya berkomunikasi melalui email, telepon, atau aplikasi lowongan kerja, di mana identitas mereka yang sebenarnya ditampilkan.

    3. Perusahaan mengirimkan email yang mencurigakan
    Apakah pesan tersebut berasal dari alamat email resmi perusahaan? Jika itu berasal dari alamat email pribadi atau yang tidak terkait dengan perusahaan yang diklaimnya mewakili, maka iklan pekerjaan itu bisa jadi penipuan.

    Biasanya, oknum perusahaan palsu akan memilih nama domain yang mirip dengan domain asli, bahkan menyiapkan konten serupa untuk meyakinkan Anda. Perhatikan kembali apakah ada salah penulisan pada nama perusahaan atau tidak.

    4. Perekrut pekerjaan menanyakan informasi pribadi Anda
    Perekrut pekerjaan nyata hanya tertarik pada hal-hal seperti pekerjaan dan latar belakang pendidikan, keahlian, dan informasi pribadi dasar.

    Di luar itu, tidak ada perusahaan yang benar-benar menggunakan informasi tambahan apa pun, seperti detail bank atau nomor jaminan sosial. Anda hanya boleh memberikan informasi pribadi ini setelah perusahaan mempekerjakan kamu.

    5. Anda mendapatkan tawaran pekerjaan instan—tanpa surat lamaran
    Jika seseorang menghubungi Anda secara online dengan tawaran pekerjaan langsung, itu adalah tanda bahaya yang serius.

    Tawaran pekerjaan tipikal datang setelah proses lamaran kerja yang lengkap, meliputi penyerahan resume dan surat lamaran, penyaringan kandidat yang tepat oleh pemberi kerja, dan wawancara kerja formal.

    6. Perekrut meminta uang dari Anda
    Atasan yang meminta uang Anda adalah salah satu tanda bahaya terbesar saat melihat iklan pekerjaan atau tawaran pekerjaan. Jika Anda harus membayar untuk melamar pekerjaan, kemungkinan besar lowongan itu palsu.

    Ketika Anda menemukan kasus-kasus penipuan seperti itu, laporkan ke pihak yang berwenang sehingga mereka berhenti melakukan penipuan kepada lebih banyak orang.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBRI-Bio Farma Kolaborasi Sediakan Fasilitas Business Card di Medbiz
    Next Article MEvITS mobil listrik buatan ITS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.