Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»KNKT Sebut Penyebab Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air 182 Bukan Mesin
    News

    KNKT Sebut Penyebab Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air 182 Bukan Mesin

    November 10, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    KNKT Sebut Penyebab Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air 182 Bukan Mesin 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com–Tepat pada 9 Januari 2021, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 rute penerbangan Bandara Soekarno Hatta-Bandara Supadio mengalami kecelakaan fatal di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Semua awak kabin dan penumpang di pesawat tujuan Pontianak, Kalimantan Barat, itu meninggal dunia.

    Setelah setahun lebih berlalu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya menyelesaikan investigasi penyebab kecelakaan pesawat Boeing tipe 737-500 tersebut. Dalam investigasi itu, KNTK turut melibatkan berbagai pihak. Termasuk di antaranya yakni Amerika Serikat selaku negara pembuat pesawat. Kemudian, dibantu Inggris, dan Singapura.

    Ketua Sub Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Capt. Nurcahyo Utomo mengungkapkan, berdasar hasil investasi yang dilakukan, kecelakaan pesawat Sriwijaya Air 182 terjadi karena beberapa faktor yang berkontribusi menjadi penyebab. Pertama, tahap perbaikan sistem autothrottle yang dilakukan pada pesawat tersebut belum mencapai bagian mekanikal.

    ”Beberapa hari sebelumnya sudah dikeluhkan ada masalah pada pesawat dan beberapa komponennya sudah diganti. Kita periksa komponennya, kondisinya bagus. Jadi ada bagian yang belum diperiksa, yakni bagian mekanikelnya,” jelas Nurcahyo Utomo di kantor KNKT, Jakarta, Kamis (10/11).

    Kedua, thrust lever (tuas pengemudi) kanan tidak mundur sesuai permintaan otopilot karena hambatan pada sistem mekanikal. Sehingga thrust lever kiri mengkompensasi dengan terus bergerak mundur hingga akhirnya terjadi asymmetry.

    Menurut dia, saat thrust lever berkurang, tenaga mesin juga akan berkurang. ”Seharusnya thrust lever dua-duanya itu mundur, tapi yang kanan tidak bergerak sama sekali. Jadi, ini masalahnya bukan di mesin, tetapi lebih kepada pengatur tenaga. Yaitu thurst lever sebelah kanan dan itu terjadi karena masalah di bagian mekanikalnya,” jelas Nurcahyo Utomo.

    Ketiga, keterlambatan cruise thrust split monitor (CTPM) untuk menonaktifkan autothrottle pada saat asymmetry disebabkan fligt spoiler memberikan nilai yang lebih rendah. Sehingga berakibat pada asymmetry yang semakin besar.

    ”Jika CTPM-nya berfungsi benar, tepat waktu mungkin autothrottle-nya akan berhenti pada saat perbedaan asymmetry-nya belum terlalu besar. Sehingga mungkin pesawatnya masih bisa di-recover,” terang Nurcahyo Utomo.

    Keempat, complacency (kepercayaan) pada sistem otomatis dan confirmation bias juga dimungkinkan telah berakibat kurangnya monitoring oleh pilot terhadap instrumen dan keadaan lain yang terjadi. Sehingga tidak disadari adanya asymmetry dan penyimpangan arah penerbangan.

    ”Tapi, kalau pilotnya monitor, pilotnya tahu kalau pesawatnya sudah miring tidak sesuai dengan sistem otomatis mungkin dapat segera diatasi,” ujar Nurcahyo Utomo.

    Kelima, pesawat berbelok ke kiri dari yang seharusnya ke kanan, sementara pada kemudi miring ke kanan. Namun, kurangnya monitoring oleh pilot akibat adanya rasa kepercayaan dan confirmation bias pada sistem otomatis memungkinkan timbulnya asumsi pesawat berbelok ke kanan sesuai kemudi. Sehingga akhirnya tindakan pemulihan tidak sesuai.

    Kemudian, terakhir belum adanya aturan dan panduan tentang upset prevention dan recovery training (UPRT). Hal itu memengaruhi proses pelatihan maskapai untuk menjamin kemampuan dan pengetahuan pilot dalam mencegah dan memulihkan kondisi upset secara efektif dan tepat waktu.

    “Tapi, saat ini beberapa pihak sudah melakukan tindakan keselamatan. Termasuk Sriwijaya Air juga sudah membuat pelatihan UPRT bekerja sama dengan konsultan dari luar negeri,” terang Nurcahyo Utomo.

    Atas investigasi tersebut, ditambahkan Nurcahyo, KTNK menilai tindakan keselamatan yang dilakukan beberapa pihak sudah sesuai dan dapat meningkatkan keselamatan. Namun, masih ada beberapa isu keselamatan yang perlu ditindaklanjuti. Karena itu, pihaknya memberikan beberapa rekomendasi keselamatan kepada Sriwijaya Air. Di antaranya untuk meningkatkan pelaporan bahaya atau hazard kepada seluruh pegawainya.

    ”Sriwijaya Air sudah memiliki sistem pelaporan, namun data yang kita peroleh ternyata sebagian besar pelapor bahaya ini masih dari sekuriti dan ground handling, sementara karyawan yang lain seperti pilot, pramugari, teknisi, dan lain-lain ini masih sangat sedikit laporannya. Sehingga kami minta untuk ditingkatkan,” ucap Nurcahyo Utomo.

    Editor : Latu Ratri Mubyarsah

    Reporter : Sugih Mulyono/JPK


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHampir 65 Persen Lahan Parkir Pesawat di Bandara Ngurah Rai untuk Tamu Negara KTT G20
    Next Article Ketika Para ‘Ahli Isap’ Ramai-ramai Tolak Kenaikan Cukai
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.