Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kopi Kintamani Sudah Mendunia, Sayangnya Belum Ada Petani Bangli Ekspor Langsung
    Ekonomi

    Kopi Kintamani Sudah Mendunia, Sayangnya Belum Ada Petani Bangli Ekspor Langsung

    May 4, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kopi Kintamani Sudah Mendunia, Sayangnya Belum Ada Petani Bangli Ekspor Langsung 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kopi Kintamani Sudah Mendunia, Sayangnya Belum Ada Petani Bangli Ekspor Langsung 2
    Petani sedang menjemur kopi. (BP/Istimewa)

    BANGLI, BALIPOST.com – Kopi Kintamani selama ini menjadi salah satu komoditi pertanian unggulan Kabupaten Bangli. Kopi Kintamani tak hanya digemari masyarakat di dalam negeri, namun sudah mendunia.

    Meski sudah terkenal hingga ke luar negeri, sayangnya hingga saat ini belum ada petani kopi di Bangli yang ekspor langsung. Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma mengutarakan hal ini.

    Ia menyebut petani kopi di Kintamani hanya jadi produsen. Sementara ekspor dilakukan oleh eksportir dari luar Bangli, seperti Denpasar dan Singaraja.

    Sarma berharap koperasi di Bangli bisa membantu pemasaran kopi ke luar negeri. “Sehingga kita bisa berdaulat, bisa menghasilkan produksi sesuai dengan kualitas ekspor dan mengekspor sendiri dengan izin kita sendiri,” harapnya.

    Dalam upaya meningkatkan produksi dan kualitas kopi Arabika kintamani, Sarma mengatakan pihaknya terus memberikan edukasi lewat tenaga penyuluh pertanian. Disebutkan dari hampir 6.000 hektare luas lahan kopi Arabika di Kabupaten Bangli, jumlah produksi kopi per tahunnya mencapai 2.122 ton.

    Tergolong tinggi. “Hanya saja untuk produktifitasnya baru 579 ton per hektar. Masih kecil. Perlu ditingkatkan, caranya dengan pemupukan, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit,” katanya.

    Sarma mengatakan Bangli adalah penghasil kopi terbesar di Bali. Dimana 54 persen produksi kopi di Bali berasal dari Kabupaten Bangli, khususnya Kecamatan Kintaani. Ia pun berharap agar petani kopi di Kabupaten Bangli bisa terus menjaga produksi dan kualitas kopi yang sudah memperoleh pengakuan indikasi geografis. (Dayu Swasrina/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePT TKDN hadirkan teknologi ITCS untuk urai kemacetan
    Next Article Prilly Latuconsina Ungkap Strategi Bisnis Kreatif di Unud
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.