Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Korban Jiwa COVID-19 di AS Lewati Seperempat Juta Orang, New York Kembali Tutup Sekolah
    International

    Korban Jiwa COVID-19 di AS Lewati Seperempat Juta Orang, New York Kembali Tutup Sekolah

    November 19, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Korban Jiwa COVID-19 di AS Lewati Seperempat Juta Orang, New York Kembali Tutup Sekolah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Korban Jiwa COVID-19 di AS Lewati Seperempat Juta Orang, New York Kembali Tutup Sekolah 2
    Seorang bersepeda melewati Times Square di New York yang sepi pada Jumat (10/4). (BP/AFP)

    NEW YORK, BALIPOST.com – Kematian akibat virus corona (COVID-19) di AS melewati seperempat juta orang pada Rabu (18/11) waktu setempat. Bersamaan dengan itu, dikutip dari AFP, New York mengumumkan akan menutup kembali sekolah untuk memerangi peningkatan infeksi.

    Amerika sekarang telah mencatat 250.426 korban jiwa, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins. Sejauh ini jumlah kematian nasional tertinggi yang dilaporkan di dunia.

    Negara bagian dan kota-kota AS memberlakukan serangkaian pembatasan baru, termasuk diam di rumah, penutupan restoran dalam ruangan, dan batas pertemuan ketika kasus-kasus melonjak di seluruh negeri. Lebih dari dari 157.950 infeksi baru dilaporkan selama 24 jam terakhir pada Rabu.

    Walikota New York Bill de Blasio mengatakan 1.800 sekolah umum di kota itu akan kembali ke pembelajaran jarak jauh mulai Kamis (19/11) setelah Big Apple mencatat tingkat positif rata-rata tujuh hari sebesar tiga persen.

    “Kita harus melawan gelombang kedua Covid-19,” katanya.

    Langkah-langkah yang diperkuat di kota terpadat di Amerika itu dilakukan, meskipun perusahaan raksasa farmasi Pfizer meningkatkan harapan kemungkinan diakhirinya pandemi dengan mengumumkan hasil yang lebih baik untuk vaksinnya.

    Sementara itu, Eropa tetap menjadi wilayah yang paling terpukul. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 46 persen kasus global baru dan 49 persen kematian pekan lalu berasal dari benua itu.

    Data tersebut juga menunjukkan satu-satunya wilayah di mana kasus dan kematian menurun minggu lalu adalah Asia Tenggara.

    Di seluruh dunia, lebih dari 1,3 juta orang telah meninggal karena Covid-19 dan lebih dari 55 juta telah dilaporkan terinfeksi virus sejak pertama kali muncul di China akhir tahun lalu, menurut penghitungan dari sumber resmi yang dikumpulkan oleh AFP.

    Di Swiss, salah satu negara yang paling parah terkena dampaknya di Eropa, Swiss Society for Intensive Care Medicine (SSMI) memperingatkan bahwa unit perawatan intensif “hampir semuanya penuh”. Lebih banyak tempat tidur telah ditambahkan, dan militer Swiss telah dipanggil untuk mendukung upaya di beberapa daerah.

    Pembatasan Ketat

    Banyak negara Eropa yang menerapkan pembatasan ketat pada kehidupan sehari-hari sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran virus. Seorang juru bicara pemerintah Prancis mengatakan pihak berwenang tidak mungkin mencabut penguncian sebagian dalam waktu dekat.

    Sementara itu, pemerintah Portugal sedang mempersiapkan untuk memperpanjang kebijakan pembatasan untuk dua minggu lagi.

    Di Hongaria, keadaan darurat yang memungkinkan tindakan penguncian parsial kini diperpanjang hingga Februari.

    Di Berlin, polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang pembatasan yang diperketat. Para pengunjuk rasa, yang menyamakan pembatasan dengan aturan era Nazi, menanggapi dengan meneriakkan “Malu! Malu!”

    Protes itu terjadi sehari setelah bentrokan dengan polisi pada demonstrasi serupa di ibu kota Slovakia, Bratislava, yang dihadiri oleh ribuan pendukung sayap kanan.

    Terlepas dari dampak virus, upaya untuk mengatasi pandemi diperkirakan akan dikesampingkan pada KTT Uni Eropa pada Kamis ini karena perselisihan yang berasal dari oposisi Hongaria dan Polandia terhadap pengawasan Brussel atas aturan hukum.

    Di Rusia, Presiden Vladimir Putin menyuarakan kewaspadaan atas meningkatnya tingkat kematian di negaranya. Tetapi tidak menerapkan langkah-langkah ketat yang diberlakukan di banyak negara Eropa. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePemkot Madiun Raih Penghargaan Kovablik dan KBK dari Gubernur Khofifah
    Next Article Sri Mulyani Akui Covid Hantam Sektor Pekerjaan Kaum Hawa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.