Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Korsel Berjuang Cegah Gelombang IV COVID-19, Ratusan Kasus Baru Dilaporkan Tertinggi Sejak Januari 2021
    News

    Korsel Berjuang Cegah Gelombang IV COVID-19, Ratusan Kasus Baru Dilaporkan Tertinggi Sejak Januari 2021

    April 7, 2021No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Korsel Berjuang Cegah Gelombang IV COVID-19, Ratusan Kasus Baru Dilaporkan Tertinggi Sejak Januari 2021 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Korsel Berjuang Cegah Gelombang IV COVID-19, Ratusan Kasus Baru Dilaporkan Tertinggi Sejak Januari 2021 2
    Warga menggunakan masker berjalan-jalan di kawasan Hongdae, Seoul, Korea Selatan pada 10 Mei 2020. (BP/AFP)

    SEOUL, BALIPOST.com – Tambahan kasus hingga ratusan, bahkan menjadi yang tertinggi sejak 8 Januari 2021, dilaporkan Korea Selatan. Dari data Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA), dikutip dari Kantor Berita Antara, pada Rabu (7/4) dilaporkan kasus sebanyak 668 orang.

    Jumlah itu menambah total infeksi menjadi 106.898, dengan 1.756 kematian. Lonjakan terbaru berpusat di sekitar klaster TK, sauna, bar dan gereja.

    Lebih dari 63 persen dari kasus baru dilaporkan di Seoul dan wilayah sekitarnya, termasuk Provinsi Gyeonggi, menurut data KCNA. Otoritas mengaku akan memperluas upaya tes COVID guna melacak transmisi berskala nasional melalui survei epidemiologi dan tes pencegahan.

    “Jika gelombang keempat infeksi datang, maka gangguan terhadap vaksinasi tak terelakkan, sekaligus memberikan pukulan bagi perekonomian kami,” kata Perdana Menteri Chung Sye-kyun.

    “Pemerintah sedang memaksimalkan upaya untuk mencegah gelombang keempat (pandemi) dengan menggunakan segala cara yang memungkinkan,” katanya.

    Sejauh ini Korsel telah memberikan satu juta lebih dosis vaksin bagi petugas medis dan kelompok berisiko sejak awal vaksinasi COVID-19 pada Februari. Namun, otoritas menghadapi serangan balik karena mengandalkan program berbagi vaksin COVAX, yang mengalami penundaan. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKapolri Minta Maaf Dua Kali Soal TR Larangan Siarkan Arogansi Polisi
    Next Article MMKSI buka “Supermarket Exhibition” tiga lokasi, kenalkan Pajero Sport
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.