Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»KPPU DIY Berupaya Cegah Gejolak Harga Pangan – KRJOGJA
    Ekonomi

    KPPU DIY Berupaya Cegah Gejolak Harga Pangan – KRJOGJA

    April 20, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    KPPU DIY Berupaya Cegah Gejolak Harga Pangan – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    YOGYA, KRJOGJA.com – Fluktuasi harga dan kenaikan permintaan pasokan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) sudah rutin terjadi setiap bulan Ramadhan hingga Lebaran di berbagai daerah, tidak terkecuali di DIY. Menyikapi kondisi tersebut, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) secara aktif meningkatkan monitoring dan pengawasan supaya tidak terjadi gejolak harga dan kelangkaan pasokan Bapokting karena dikendalikan pihak-pihak tertentu.

    Hal ini ditegaskan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) VII KPPU DIY dan Jawa Tengah (Jateng) M Hendry Setyawan dalam Diskusi Ekonomi Terbatas bertema ‘Pengawasan Harga dan Pasokan Bapokting Jelang Idul Fitri’ kerjasama Kanwil VII KPPU Wilayah DIY & Jateng, ISEI Cabang Yogyakarta serta SKH Kedaulatan Rakyat di Yogyakarta, Rabu (20/4/2022). Tiga permasalahan utama Bapokting yaitu kondisi geografis, struktur industri dan rumusan neraca pasokan pangan.

    “Terkait Bapokting, kita bukan menyoroti pasokannya tetapi berupaya supaya jangan sampai terjadi gejolak harga pangan. Volatile pangan ini bukan karena supply dan demand tetapi lebih dikarenakan ada segelintir pihak yang mengendalikan. Kalau memang karena pasokan dan permintaan tidak apa-apa, tapi kalau ada oknum penggeraknya itu yang jadi urusan KPPU,” tutur Hendry.

    Hendry menyatakan pihaknya mendeteksi penyebab terjadinya kenaikan harga komoditas pangan (inflasi) antara lain faktor alamiah seperti banjir. Kenaikan harga juga disebabkan struktur pasar baik monopsoni dan oligopsoni. Struktur pasar tersebut dapat menjadikan produsen atau penjual menentukan harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

    “Intinya perilaku monopolis maupun oligopsonis tersebut cenderung merugikan konsumen dengan menjadikan harga lebih tinggi. Hal itulah yang dipantau dan akan ditindak KPPU,” tandasnya.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIndonesia perlu percepat industri baterai listrik
    Next Article Alasan mobil listrik lebih mahal dibandingkan konvensional
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.