Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Langkah BPJS Kesehatan Cegah Potensi Fraud dalam Klaim Covid-19
    Ekonomi

    Langkah BPJS Kesehatan Cegah Potensi Fraud dalam Klaim Covid-19

    April 11, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Langkah BPJS Kesehatan Cegah Potensi Fraud dalam Klaim Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – BPJS Kesehatan menerapkan sejumlah langkah untuk mencegah potensi kecurangan (fraud). Langkahnya menerapkan sistem verifikasi. Kebijakan itu diterapkan dalam pembayaran klaim rumah sakit untuk kasus Covid-19.

    Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menuturkan, pihaknya bertugas melakukan verifikasi administratif, bukan verifikasi medis. “Kami berupaya melaksanakan penugasan khusus ini secara transaparan dan akuntabel, dengan berpedoman terhadap regulasi yang berlaku sebagai alat ukur untuk memastikan kesesuaian klaim yang diajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Ali Ghufron Mukti dalam seminar “Pencegahan Fraud dalam Penanganan Covid-19” yang digelar daring oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter, Sabtu (10/4).

    Ali Ghufron menyebut, sampai 6 April 2021, terdapat 629.911 klaim kasus Covid-19 yang diajukan oleh rumah sakit ke BPJS Kesehatan dengan biaya sebesar Rp 39,22 triliun.

    Adapun proses penanganan klaim Covid-19 melibatkan sejumlah pihak. Selain BPJS Kesehatan yang berperan melakukan proses verifikasi klaim yang diajukan rumah sakit, ada pula dinas kesehatan yang melakukan pembinaan dan pengawasan, serta Kementerian Kesehatan yang berperan melakukan pembayaran klaim, pemberian uang muka, dan menyelesaikan dispute klaim.

    Untuk itu, diperlukan kehati-hatian, akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme dari masing-masing pihak dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk meminimalisir terjadinya potensi fraud.

    “Dalam penugasan khusus verifikasi klaim Covid-19, ada beberapa titik potensi fraud yang harus diwaspadai. Misalnya dari pasien, ada ketidaksesuaian identitas. Risiko fraud bisa ditemukan pada profil rumah sakit, kompetensi, sarana-prasarana, tata koding, dan input klaim pada aplikasi,” bebernya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleUsai Gempa, Jatim Berpotensi Dilanda Longsor dan Banjir Bandang
    Next Article Dukung Wirausaha Pemula ARTUGO Luncurkan Peranti Dapur Istimewa – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.