Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Larangan Mudik Berakhir, Pergerakan Penumpang Transportasi Publik Melonjak
    News

    Larangan Mudik Berakhir, Pergerakan Penumpang Transportasi Publik Melonjak

    May 19, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Larangan Mudik Berakhir, Pergerakan Penumpang Transportasi Publik Melonjak 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Larangan Mudik Berakhir, Pergerakan Penumpang Transportasi Publik Melonjak 2
    Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (15/5) jelang berakhirnya larangan mudik Lebaran. (BP/olo)
    Larangan Mudik Berakhir, Pergerakan Penumpang Transportasi Publik Melonjak 3

    JAKARTA, BALIPOST.com – Berakhirnya masa larangan mudik justru menimbulkan kenaikan jumlah penumpang di semua moda transportasi publik. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kenaikan tertinggi terjadi di transportasi udara.

    Sementara secara umum, seluruh angkutan transportasi publik naik di atas 100 persen. Bahkan angkutan udara mengalami lonjakan jumlah penumpang. “Peningkatan jumlah penumpang terbanyak adalah angkutan udara yang kenaikannya mencapai 721 persen. Kemudian disusul angkutan kereta api dengan kenaikan sebesar 454 persen, angkutan jalan naik 175 persen, angkutan penyeberangan naik 52,6 persen, dan angkutan laut naik 1,73 persen,” kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam pernyataan pers di Jakarta, Rabu (19/5), dikutip dari Kantor Berita Antara.

    Adita mengatakan pada 18 Mei tercatat ada sekitar 279 ribu penumpang transportasi publik, meningkat 191,6 persen dibandingkan 17 Mei 2021 atau hari terakhir larangan mudik. Saat itu,  jumlahnya sekitar 95 ribu penumpang.

    Peningkatan penumpang terjadi karena di masa pengetatan ini sudah tidak lagi dibutuhkan persyaratan perjalanan. Seperti surat tugas dari pimpinan instansi/perusahaan untuk kepentingan bekerja/dinas atau surat dari kepala desa untuk kepentingan mendesak.

    “Meskipun ada lonjakan penumpang di masa pengetatan, penanganan penumpang di simpul-simpul transportasi tetap berjalan baik dan protokol kesehatan tetap dijalankan sesuai ketentuan,” kata Adita.

    Pada masa pengetatan perjalanan18-24 Mei 2021, syarat perjalanan telah kembali merujuk pada Addendum SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021. Penumpang kereta api dan penyeberangan, hanya wajib menunjukkan dokumen negatif COVID yang berlaku 1×24 jam.

    Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pasca-Lebaran ini, Kemenhub bersama stakeholder terkait telah melakukan sejumlah upaya yaitu dengan pengetatan protokol kesehatan. Untuk pelaku perjalanan darat baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi (roda empat dan roda dua) yang akan menuju ke Jabodetabek dilakukan tes acak Antigen di sejumlah titik, di antaranya di Tol Jakarta-Cikampek KM 34, Kedung Waringin, Bekasi, dan Balonggandu, Karawang.

    Kemenhub mencatat, pada 18 Mei 2021 di Tol Jakarta-Cikampek KM 34 sebanyak 2.494 orang dilakukan tes Antigen dengan hasil 2.487 orang dinyatakan negatif dan 7 orang dinyatakan positif.

    Kemudian di Kedung Waringin sebanyak 1.914 orang dilakukan tes Antigen dengan hasil 1.907 orang dinyatakan negatif dan 7 orang positif. Sedangkan di Balonggandu sebanyak 4.247 orang dilakukan tes Antigen dengan hasil 4.228 orang dinyatakan negatif dan 19 orang dinyatakan positif.

    Sementara itu di Lampung dan Bakauheni, ada tujuh titik pengecekan tes Antigen yaitu di Pos Rest Area KM 172 B, Pos Rest Area KM 82 B, Pos Rest Area KM 20 B, Pos Pelabuhan Bandar Bakau, Pos Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Pos Simpang Hatta, dan Begadang IV.

    Dari tujuh titik tersebut, hingga hari ini sebanyak 9.295 orang dilakukan tes Antigen dengan hasil 9.226 orang dinyatakan negatif dan 69 orang dinyatakan positif.

    “Upaya pengecekan tes Antigen secara acak dilakukan secara masif untuk membantu mencegah terjadinya peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia pasca-Lebaran,” tutur Adita. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHarga Ikan Lemuru Anjlok | BALIPOST.com
    Next Article Dirjen PAS Sebut Tak Terlihat Kerumunan Massa Saat Kunjungan Hari Raya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.