Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Legislator PDIP Sebut CPO Murah-Migor Mahal Bukti Luhut-Mendag Gagal
    Ekonomi

    Legislator PDIP Sebut CPO Murah-Migor Mahal Bukti Luhut-Mendag Gagal

    June 24, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Legislator PDIP Sebut CPO Murah-Migor Mahal Bukti Luhut-Mendag Gagal 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Storus meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan untuk bisa
    memperhatikan nasib dan kondisi belasan juta petani sawit kecil yang saat ini sangat mengenaskan. Dia menyebut nasib petani sawit kecil saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

    “Harga TBS (Tandan Buah Segar) sawit rakyat sekarang terjun bebas, jauh di bawah harga keekonomian dan sangat merugikan. Padahal saat ini harga pupuk melonjak tajam di luar daya beli petani, padahal kalau tidak dipupuk maka dipastikan tahun depan produktivitas sawitnya pasti menurun,” kata Deddy kepada wartawan, Jumat (24/6).

    “Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan, pemanenan, pengangkutan, hingga beban utang bank atau rentenir dan biaya hidup,” sambungnya.

    Deddy mempertanyakan anomali antara harga global, domestik, dengan harga keekonomian TBS dan minyak goreng yang tidak sinkron. Dia mengungkapkan, saat ini permintaan CPO global terlihat mengalami penurunan hampir 30 persen dan harga patokan sudah di angka RM 4.632 (USD 1.053) atau sekitar Rp 15.584/kg per 22 Juni 2022.

    Menurutnya, angka itu jika dikurangi pajak ekspor, pungutan levi, dan biaya pelabuhan di luar kewajiban DMO, berarti harga CPO domestik seharusnya berada di Rp 11.026/kg. Selanjutnya, jika merujuk harga domestik yang mengacu pada lelang KPB tersebut ditambah kewajiban DMO 16,7 persen, maka harga CPO harusnya berada di Rp 10.780/kg.

    Lebih jauh Deddy menjelaskan, jika harga domestik sebesar itu maka logikanya harga ke-ekonomian TBS petani (dengan rendemen 20 persen) seharusnya berada di atas Rp 2.000/kg, tergantung daerahnya atau rata-rata Rp. 2.156/kg. “Tetapi fakta menunjukkan bahwa harga riil di lapangan berada di bawah Rp1.500, bahkan dibanyak daerah sudah terjun bebas di kisaran Rp 400 – Rp 1.000/kg TBS,” beber Deddy.

    Dia menyesalkan, harga sawit produksi petani terpangkas hingga 80 persen dibandingkan sebelum moratorium. Sementara perusahaan sawit besar tidak merasakan dampak serupa jika mereka memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) atau memiliki usaha yang terintegrasi dari kebun sawit – pabrik kelapa sawit – pabrik minyak goreng atau ekspor.

    “Yang menderita itu rakyat petani kecil, merekalah yang jadi korban dari kegagalan Menko Marves dan Mendag dalam mengatasi masalah minyak goreng yang sudah memasuki bulan ke-enam ini,” ujar legislator PDIP ini.

    Menurut Deddy, pemicu rontoknya harga TBS petani di lapangan disebabkan beberapa hal. Pertama, stok CPO dalam negeri sudah meluap sehingga PKS tidak lagi mampu menampung sawit rakyat.

    Tangki CPO yang ada sudah penuh dan mengalami kelebihan pasokan, akhirnya harga TBS terjun bebas. Kedua, proses perijinan ekspor (PE) yang sangat lambat karena baru diberikan setelah kewajiban DMO 85 persen tiba di pabrik minyak goreng yang ditunjuk.

    Prosedun ini sangat memakan waktu dan menyebabkan tangki penyimpanan meluap dan tidak mampu menampung. Bahkan karena panjangnya proses tersebut kualitas CPO juga jadi terpengaruh, karena jika TBS yang diolah PKS sudah lewat matang maka kadar asam lemak bebas (ALB) menjadi tinggi.

    “Padahal standar CPO yang baik itu harus memiliki kadas ALB di bawah 3 persen. Lagi-lagi pabrik kelapa sawit akan mengorbankan sawit rakyat kecil,” pungkasnya.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKekurangan chip, Stellantis setop pabrik di Italia
    Next Article BRI Sebagai Market Leader ESG Company di Indonesia – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.