Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan Tembus Rp 24 T Tahun 2022
    Ekonomi

    Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan Tembus Rp 24 T Tahun 2022

    October 13, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan Tembus Rp 24 T Tahun 2022 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah telah mengakhiri stimulus pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) di sektor otomotif per akhir September 2022 lalu. Perusahaan pembiayaan telah menyiapkan strategi untuk menggenjot pertumbuhan penyaluran pembiayaan mobil baru. Mengingat, industri otomotif saat ini tengah bangkit.

    Selama pandemi Covid-19, kondisi perekonomian sedang terpuruk. Pemerintah memberikan stimulus PPnBM untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Beberapa waktu lalu suplai kendaraan otomotif juga rendah. Akibat kelangkaan komponen chip.

    Nah sekarang, kondisi sudah berangsur-angsur pulih. Produksi komponen chip sudah mulai membaik. Distribusi barang sudah mulai normal. “Jadi kalau kami lihat itu sebagai langkah kebangkitan otomotif,” Corporate Secretary Division Head Mandiri Tunas Finance (MTF) Arif Reza Fahlepi saat ditemui JawaPos.com di kantornya, Rabu (12/10).

    Menurut dia, daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan sudah mulai meningkat. Terlihat saat gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada 11-21 Agustus 2022 lalu. Animo masyarakat yang membeli mobil luar biasa. Jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) pada GIIAS 2022 mencapai 15.637 unit.

    Tak dipungkiri, pandemi membuat model dan teknologi otomotif berkembang pesat. Lebih canggih dengan segala fitur kendaraan saat ini. “Dari situ, multifinance tinggal bermain di pelayanan. Kalau suku bunga pasti kompetitif. Kalau dibilang mahal, nggak juga,” terangnya.

    Pembatasan mobilitas membuat pelayanan secara langsung menjadi nilai tambah. Melalui keramahan serta kecepatan merespons minat dan kebutuhan masyarakat. Begitu juga hubungan dengan dealer harus dijalin harmonis. Sehingga bisa menjadi skala prioritas mereka.

    “Karena dealer dan multifinance merupakan rantai bisnis yang harus menyatu. Tidak bisa dipisahkan. Harus kolaborasi. Makanya di 2023 kita masih optimistis melihat perkembangan otomotif. Apalagi ada kendaraan listrik,” jelasnya.

    Meski demikian, Reza mengakui situasi perekonomian masih diselimuti awan gelap. Lantaran inflasi yang melejit akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan berakhirnya stimulus PPnBM pasti ada fase wait and see.

    “Ya memang PPnBM memang sangat membantu. Baik untuk konsumen, perusahaan pembiayaan, maupun dealer,” imbuhnya.

    MTF tentu menyiapkan strategi untuk mengantisipasi itu. Sejumlah program disiapkan untuk meringankan dan memberikan solusi bagi para debitur. Pihaknya juga akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

    Terutama, pada segmen menengah dan mobil LCGC. Dua segmen tersebut merupakan komposisi terbesar dalam penyaluran pembiayaan MTF. Dengan plafon berkisar Rp 200 juta sampai Rp 500 juta.

    “Kami kuatkan di pelayanan. Memberikan kesan dan pengalaman layanan yang ramah, cepat, dan nyaman. Itu yang menjadi nilai tambah kami,” tandas Reza.

    Per September 2022, MTF mencatatkan pembiayaan baru menembus Rp 20 triliun. Leasing anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk itu mematok penyaluran pembiayaan baru tahun ini menembus Rp 24 triliun. Artinya, diharapkan naik sekitar 17 persen secara tahunan ketimbang capaian sepanjang 2021 senilai Rp 20,5 triliun.

    “Pembiayaan kami naik cukup baik sepanjang kuartal III/2022 ini. Pengaruh dari berakhirnya insentif PPnBM masih belum kelihatan. Mudah-mudahan kondisinya tidak membawa dampak signifikan buat rata-rata pembiayaan kami di periode ini,” ucap Direktur Sales & Distribusi MTF William Francis.

    William optimistis peluang positif datang dari munculnya merek mobil-mobil baru dengan harga Rp 500 juta ke bawah. Kelas tersebut laris-manis diincar konsumen.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Agas Putra Hartanto


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRizky Billar Tersangka, Lesti Kejora Ingin Hukum Tetap Jalan
    Next Article 5 Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Investasi Rumah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.