Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Manusia Silver Lahir dari Pandemi dan Naiknya Angka Kemiskinan
    News

    Manusia Silver Lahir dari Pandemi dan Naiknya Angka Kemiskinan

    July 22, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Manusia Silver Lahir dari Pandemi dan Naiknya Angka Kemiskinan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Maraknya fenomena ‘Manusia Silver’ yang berkeliaran di ibu kota dan sejumlah daerah harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah. Pemerintah harus bisa hadir untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

    Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan, fenomena manusia silver perlu dilakukan kajian mendalam. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keputusan mereka, sehingga mengambil jalan pintas untuk bekerja menjadi manusia silver. Tak jarang, banyak ditemukan anak-anak yang anggota tubuhnya dicat seperti manusia silver.

    “Secara prinsip fenomena seperti ini perlu dikaji lebih mendalam, tapi apapun alasannya, konstitusi mewajibkan hadirnya negara untuk mensejahterakan rakyat,” kata Hidayat dihubungi JawaPos.com, Rabu (20/7).

    Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS ini menginginkan, negara membuat terobosan bagi masyarakat yang memang membutuhkan sarana dan keahlian. Terlebih, dampak pandemi Covid-19 menambah jumlah angka kemiskinan, sehingga banyak dari masyarakat yang sulit untuk mendapat pekerjaan.

    Tak dipungkiri jumlah angka kemiskinan berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Maret 2022 mencapai 26,6 juta orang. Secara rata-rata, rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,74 orang anggota rumah tangga. Besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata sebesar Rp 2.395.923,00 per rumah tangga miskin per bulan.

    “Apalagi dampak dari Covid-19 hadirkan angka kemiskinan yang naik dan jumlah PHK/pengangguran yang juga bertambah, juga adanya bayang-bayang dari resesi ekonomi global,” ujar Hidayat.

    Oleh karena itu, Hidayat meminta negara harus membuat terobosan-terobosan baru, hal ini bisa dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk mengatasi permasalahan yang hadir di tengah-tengah masyarakat.

    “Mencarikan solusi atas bermunculannya masalah sosial seperti manusia silver tersebut, agar diselesaikan dengan cara-cara yang manusiawi, edukatif dan komprehensif,” harap Hidayat.

    Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka meminta Pemerintah memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan baik. Selama pandemi covid-19, anak-anak Indonesia banyak menghadapi tantangan yang tidak mudah mulai dari masalah kesehatan, psikososial, hingga edukasi.

    “Peringatan Hari Anak Nasional, kami mendorong Pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi anak melalui kebijakan dan peraturan perundang-undangan,” ucap Diah.

    Legislator PDIP ini pun mengajak pemangku kebijakan dan masyarakat untuk memberikan perhatian pada perkembangan generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak. Diah menyinggung saat ini DPR tengah menginisiasi RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak yang tujuannya untuk memastikan Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) unggulan.

    “Kesejahteraan anak harus dijamin sejak anak di dalam kandungan ibunya. Kesehatan dan tumbuh kembang anak perlu didukung sejak masa pembuahan hingga anak duduk di bangku sekolah. Ini menjadi tugas Negara,” ungkap Diah.

    Tak hanya itu, Diah juga meminta perhatian Pemerintah terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah dan lembaga pendidikan berasrama di tengah peningkatan kasus Covid-19. Meski penyebaran Covid-19 mulai terkendali, adanya varian-varian baru korona harus terus diwaspadai.

    “Perlindungan terhadap anak harus dijamin dan diupayakan oleh seluruh elemen bangsa karena anak merupakan generasi penerus yang menentukan masa depan Indonesia,” demikian Diah menandaskan.

    Editor : Dimas Ryandi

    Reporter : Muhammad Ridwan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKelelahan, Pemeriksaan Nikita Mirzani Dilanjutkan Hari Ini
    Next Article Karakteristik konsumen mobil “hatchback” menurut Suzuki
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.