Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Masa Pandemi, Petani Simpan Sebagian Gabah Hasil Lahan Garapan
    Ekonomi

    Masa Pandemi, Petani Simpan Sebagian Gabah Hasil Lahan Garapan

    November 2, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Masa Pandemi, Petani Simpan Sebagian Gabah Hasil Lahan Garapan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Masa Pandemi, Petani Simpan Sebagian Gabah Hasil Lahan Garapan 2
    Petani di kabupaten Tabanan saat memasuki masa panen belum lama ini. (BP/Bit)

    TABANAN, BALIPOST.com – Masa pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan akan berakhir, membuat sejumlah petani lebih memilih menjual sebagian gabah hasil lahan pertanian mereka. Sementara sebagian lagi disimpan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Padahal, harga gabah saat ini sangat bagus yakni diangka Rp 4.800 per kilogram untuk gabah basah (setelah panen), belum dipotong biaya ‘gedig’.

    Seperti disampikan Pekaseh subak Nyitdah 3 kecamatan Kediri, Tabanan, I Made Pedra, hampir seluruh gabah hasil petani di wilayahnya sudah habis terserap (dibeli) di bulan Oktober. Meski demikian, petani tidak mau menjual seluruh hasil pertaniannya lantaran untuk cadangan rumah tangga di masa pandemi saat ini. “Sementara untuk gabah lancar, bersih di petani 4.000 sampai Rp 4.100 perkilogram,”terangnya, Senin (2/10).

    Dimana untuk masa panen tahun ini, dari luas wilayah subak 250 hektar, rata-rata hasil produksi di angka 70 sampai 75 kilogram/are. Meski demikian, ia mengakui serangan hama tikus sempat menghantui hasil produksi para petani, namun bersyukur tidak sampai membuat hasil produksi menurun drastis karena cepat penanganan. “Ada beberapa yang diserang hama tikus tetapi jumlahnya tidak banyak, dan saat ini para petani tengah bersiap untuk masuk masa tanam,” ucapnya.

    Hal senada juga disampaikan Pekaseh Selemadeg Timur, Dewa Made Suarta, yang mengaku hampir seluruh gabah hasil pertanian di wilayahnya terserap. Bahkan untuk harga beli gabah setelah panen, dikatakan Dewa Suarta, saat ini cukup bagus. “Tidak ada istilahnya sampai tidak terjual, bahkan ada petani yang menjual semua gabahnya lantaran tidak mau repot. Setelah dijual dapat uang dipakai untuk beli beras, meski ada juga yang menyisakan sebagian untuk sehari-hari,” terangnya.

    Dihubungi terpisah Ketua KTNA Tabanan, I Nengah Mawan mengatakan, dari hasil laporan di tingkat kecamatan, secara umum gabah atau hasil panen petani di Tabanan terserap. Bahkan, jika kemungkinan ada petani yang tidak bisa menjual dengan harga yang baik, akan dibantu oleh Bumdes. Misalnya saja di desa Gubug, Tabanan, Bumdes setempat siap membeli gabah di harga Rp 4.700 per kilogram, belum potong biaya gedig. “Jika petani mendapatkan harga beli lebih tinggi dari harga itu, silahkan dijual kesana, dalam hal ini Bumdes bisa menjadi pilihan kedua jika memang gabah tidak terserap dengan baik,” ucapnya.

    Sementara itu Kepala Bidang tanaman pangan dan hortikultura, I Wayan Suandra mengatakan memasuki musim hujan di bulan November ini, memang ada sebagian petani yang baru memasuki masa panen hanya saja jumlahnya tidak banyak. Dan terkait kualitas gabah yang dihasilkan tidak akan terpengaruh asalkan tidak rebah. Karena banyak penggilingan sekarang menggunakan dryer untuk proses pengerungan. “Kalaupun ada yang tidak sampai terserap, kami di dinas tentu akan berkoordinasi dengan penggilingan yang ada dan terdekat dengan subak tersebut, supaya dibeli sesuai dengan ketentuan yang ada dan masih di atas HPP, untuk sementara belum ada laporan kondisi masih normal,”pungkasnya. (Puspawati/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHilangkan Jenuh, Ikuti 6 Cara Mudah Bangkitkan Kemesraan Kamu dan Dia
    Next Article Keren Nih, BNI Buka Program Magang Karyawannya ke Luar Negeri
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.