Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Masa Panen Raya Belum Masuk, Harga Gabah Sudah Merosot
    Ekonomi

    Masa Panen Raya Belum Masuk, Harga Gabah Sudah Merosot

    March 20, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Masa Panen Raya Belum Masuk, Harga Gabah Sudah Merosot 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Janji menteri perdagangan yang menjamin harga gabah petani meski impor dilakukan sulit untuk dibuktikan. Setidaknya ini terjadi di Sleman. Harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani Sleman mengalami penurunan menjelang panen raya. Umumnya GKG per kilogram (Kg) di atas angka Rp 5 ribu. Namun, kini merosot Rp 4.800 per kg.

    “Ya, baru-baru ini kok merosotnya. Padahal di sini (Kabupaten Sleman, red) belum panen raya,” ungkap Sumini, 50, petani asal Margodadi, Sayegan seperti dikutip Radar Jogja, Sabtu (20/3).

    Dia pun tak mengetahui pasti penyebab merosotnya harga padi. Namun, hal ini lumrah terjadi setiap tahunnya. Meski harga kebutuhan kerap naik, faktanya harga padi tak kunjung naik. “Sekali harga merosot, bertahan cukup lama,” kata dia.

    Namun, penyebabnya bisa dipastikan lantaran panen raya. Berdasarkan pengamatannya, panen raya di Sleman belum akan terjadi dalam waktu dekat. Dipastikan antara satu sampai dua bulan lagi. Di Sayegan misalnya, mayoritas tanaman padi masih hijau dan baru tumbuh biji (katak).

    Sumini mengatakan, harga GKG turun kurang lebih sepekan ini. Satu kuintal dihargai Rp 480.000 oleh pengepul. Sementara untuk gabah basah Rp 4.000 per kg. Padahal secara kualitas, jika dibandingkan panenan tahun lalu di periode yang sama, lebih bagus. Tidak diserang hama wereng dan airnya terjaga.”Kalau tahun lalu itu kan kemarau panjang jadi air susah, masih diserang hama,” terangnya.

    Meski, masa tanam selama pandemi ini petani harus kuat modal karena harga pupuk mahal. Pupuk kimia eceran dijual Rp 33 ribu per 5 kilogram. Pupuk subsidi dari pemerintah Rp 95 ribu per 50 kg. “Pupuk subsidi kan terbatas. Tidak selalu dapat diandalkan kadang dapat kadang tidak,” katanya.

    Editor : Mohamad Nur Asikin


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSidang Habib Rizieq Gaduh, Mahfud MD Bilang Itu Urusan Hakim
    Next Article Ini Bentuk Dukungan Pemerintah Buat Industri Perfilman
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.