Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Masih Ada 5 Provinsi Alami Tren Peningkatan Kasus COVID-19
    News

    Masih Ada 5 Provinsi Alami Tren Peningkatan Kasus COVID-19

    March 7, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Masih Ada 5 Provinsi Alami Tren Peningkatan Kasus COVID-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Masih Ada 5 Provinsi Alami Tren Peningkatan Kasus COVID-19 2
    Dante Saksono Harbuwono. (BP/Dokumen)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Masih ada lima provinsi yang mengalami tren peningkatan kasus harian COVID-19. Hal ini diungkapkanWakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dalam keterangan pers usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo dipantau di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/3).

    Ia menyebutkan lima provinsi ini trennya masih sedikit meningkat. Yaitu Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Kalimantan Utara.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara nasional, tren kasus harian COVID-19 sudah mulai menurun, yang dilihat dari turunnya angka reproduksi efektif (Rt) di seluruh pulau besar Indonesia.

    Selain itu, jumlah pasien rawat inap di rumah sakit juga kian menurun. Saat ini terdapat 60 persen pasien yang dirawat tidak bergejala atau bergejala ringan.

    “Jadi sebagian besar kasus yang dirawat adalah kasus-kasus yang tidak memerlukan perawat secara klinis medis,” kata Wamenkes.

    Pada kasus kematian, sebanyak 50 persen pasien COVID-19 yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Mayoritas kasus kematian tersebut, berasal dari lansia dengan komorbid berupa diabetes, hipertensi dan gagal ginjal.

    Wamenkes menekankan bahwa pemerintah terus mengimbau masyarakat agar tidak memilih-milih vaksin dalam vaksinasi COVID-19 guna mempercepat terciptanya kekebalan bersama atau herd immunity. Saat ini yang memperoleh vaksinasi dosis lengkap sebanyak 54 persen penduduk Indonesia. “Komunikasi publik terus dilaksanakan sehingga masyarakat tidak memilih-milih vaksin, dan vaksin yang terbaik adalah vaksin yang paling cepat kita dapatkan,” tegasnya.

    Ia juga mengungkapkan pemerintah telah merevisi kebijakan terkait jeda waktu antara vaksinasi kedua dengan vaksinasi dosis penguat atau booster guna mempercepat herd immunity. “Yang tadinya enam bulan setelah vaksinasi kedua, sekarang sudah direvisi menjadi tiga bulan. Diharapkan bisa mempercepat terjadinya herd immunity di masyarakat,” sebutnya. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBeragam Inovasi Layanan Bagi Peserta JKN-KIS di Tengah Pandemi
    Next Article Makin Turun! Tambahan Kasus COVID-19 Nasional
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.