Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Masih Banyak Penulis Tak Paham Cara Mengutip
    News

    Masih Banyak Penulis Tak Paham Cara Mengutip

    July 25, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Masih Banyak Penulis Tak Paham Cara Mengutip

    Buku non-teks (Foto: Muti/Jurnas)

    Jakarta, Jurnas.com – Sejumlah kesalahan mendasar masih dilakukan oleh penulis buku non-teks yang beredar di Indonesia. Di antara kesalahan tersebut ialah penulis yang tidak memahami cara mengutip sumber, sesuai metodologi ilmiah.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penilaian dan Pengawasan Buku, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Supriatno, pada Kamis (25/7) di Jakarta.



    “Jadi ambil teks comot sana-sini. Bahkan ada yang mengambil sumber dari blog. Itu kan tidak boleh, karena buku ini termasuk karya ilmiah,” kata Supriatno kepada awak media.

    Selain itu, lanjut Supriatno, penulis juga tanpa sadar melakukan plagiasi (menjiplak) karya orang lain. Bahkan, tak jarang sejumlah penulis menjiplak karyanya sendiri.

    Baca juga.. :

    • Hasil Drawing GSI 2019, Tuan Rumah Huni Grup A
    • Drawing GSI 2019 Digelar Hari Ini
    • Penggagas Bahasa Indonesia Tabrani Diusung jadi Pahlawan Nasional

    “Biasanya dia sudah menulis tentang itu, kemudian ia tulis ulang kembali dengan judul berbeda,” tutur dia.

    Supriatno mengatakan, selama pihaknya melakukan seleksi terhadap buku-buku non-teks rujukan sekolah. Hanya buku lolos seleksi, yang boleh digunakan oleh sekolah sebagai penopang pembelajaran di dalam kelas.

    Namun sayang, kualitas buku non-teks di Indonesia rupanya masih rendah. Dari ratusan buku yang masuk tahap penilaian, biasanya hanya 40 persen yang lolos seleksi.

    “Ada konten-konten yang mengandung ujaran kebencian, masih mengandung konten kekerasan, pornografi, bahkan ada yang penyesatan ideologi,” jelas Supriatno.

    Sementara Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud, Dadang Sunendar menyebut terdapat empat kriteria utama sebuah buku non-teks dikategorikan baik.

    Keempat kriteria tersebut ialah isi atau konten, bahasa, penyajian, dan grafik. Dia berharap keempat hal itu diperhatikan oleh penulis dan penerbit, sebab buku yang disajikan kepada masyarakat termasuk anak-anak peserta didik, harus layak.

    “Buku non teks itu buku-buku yang emang dibuat oleh masyarakat, diusulkan dan ini harus dinilai. Dinilai berdasarkan apa? Dinilai berdasarkan kriteria tadi,” kata Dadang.

    Adapun tahun ini, lanjut Dadang, Pusat Perbukuan sudah menggelar empat kali penilaian buku non-teks. Untuk periode keempat kali ini, terdapat 492 judul buku dari 25 penerbit yang meminta diberikan penilaian.

    TAGS : Penulis Buku Non-Teks Kemdikbud Perbukuan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/56493/Masih-Banyak-Penulis-Tak-Paham-Cara-Mengutip/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePemerintah Serahkan 7 Kapal Pendukung Tol Laut ke Operator
    Next Article Nia Dinata Tanda Tangani Petisi Soal Intoleransi di Sekolah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.