Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Masih Sekedar Retorika, Belum Ada Upaya Serius Majukan Pertanian
    Ekonomi

    Masih Sekedar Retorika, Belum Ada Upaya Serius Majukan Pertanian

    April 7, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Masih Sekedar Retorika, Belum Ada Upaya Serius Majukan Pertanian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Masih Sekedar Retorika, Belum Ada Upaya Serius Majukan Pertanian 2
    Seorang petani mengolah lahannya di Peguyangan, Denpasar. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pertanian kini diharapkan menjadi penyelamat ekonomi Bali setelah pariwisata tumbang akibat pandemi Covid-19. Namun, tidak mudah bersandar kepada sektor primer ini karena terlalu lama sudah krama Bali menepikannya.

    Sayangnya tidak banyak lagi pilihan tersedia untuk menyelamatkan perekonomian Bali yang sudah kadung terjungkal. Mau tidak mau, pertanian harus kembali dihidupkan dengan merombak total strategi dan kebijakan dari pemerintah.

    Pengamat dan peneliti pertanian, Prof. I Wayan Windia mengungkapkan, ada kesalahan kebijakan dan strategi pertanian selama ini. Akibatnya, petani selalu saja mengalami tekanan dan menjadi kerak kemiskinan. ‘’Petani itu hingga ini masih menjadi kerak kemiskinan. Nasibnya paling malang,’’ ujar Windia, Selasa (6/4).

    Windia menambahkan, pertanian hanya ramai dibicarakan oleh pejabat di masa kampanye politik, lalu dilupakan saat menjabat. Sesekali wacana menghidupkan pertanian muncul, misalnya saat pandemi melanda dan pariwisata Bali terpuruk.

    Namun, lagi-lagi hanya sekedar retorika belaka. ‘’Belum ada upaya benar-benar serius untuk memajukan pertanian dan menolong petani,’’ katanya.

    Jika pemerintah benar-benar serius, kata dia, hal utama yang harus dilakukan adalah mengubah strategi pertanian dari yang berorientasi proses produksi ke produk pertanian. Selama ini hasil pertanian terutama beras justru terus ditekan harganya serendah mungkin.

    Akibatnya, petani selalu merugi karena biaya produksi terus naik, sementara harga gabah selalu dibuat rendah. Kebijakan pemberian pupuk subsidi dinilai Windia tidaklah tepat. ‘’Kebijakan subsidi pupuk sangat tidak tepat. Harusnya yang disubsidi adalah harga produk sehingga harga jual hasil pertanian tinggi. Jika harga tinggi, akan banyak yang mau jadi petani,’’ tegas Windia yang kini menjabat sebagai Ketua STIKOM Wira Bhakti ini.

    Menurut Windia, saat ini petani Bali dengan kepemilikan lahan rata-rata hanya 0,3 hektar memang belum menjanjikan hasil memadai. Jadi, sangat wajar jika generasi muda yang jadi petani jumlahnya makin menyusut.

    Terlebih lagi dengan laju kencang pariwisita sebelum pandemi yang menjanjikan penghasilan lebih baik, generasi muda memilih bekerja di hotel, restoran atau sarana transportasi yang melayani turis. Sehingga, petani yang kini tersisa bekerja di sawah hanya yang berusia di atas 50 tahun.

    Ketika petani yang sudah berusia lanjut ini nantinya telah tiada, kata dia, maka lenyap pulalah petani di Bali. Yang akan tersisa hanya tanah sawah yang lambat laun juga akan beralih fungsi menjadi perumahan.

    Pandemi sedikit menahan laju alih fungsi lahan hingga 2.500 hektar per tahun. Tetapi jika pariwisata Bali bangkit dan kembali melaju kencang, alih fungsi lahan akan kembali mengganas. Pertanian Bali akan menjadi cerita, hanya bisa dijejak dari tradisi dan ritual upakara. Tapi itupun juga tak akan lama, tradisi dan ritual akan ikut lenyap. (Nyoman Winata/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSUV edisi khusus Land Rover ini berharga mulai Rp2,5 miliar
    Next Article Genesis “recall” G80 dan GV80 karena resiko kebocoran bahan bakar
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.