Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Masuki Masa Resesi, Perlu Adanya Mitigasi Cadangan Pangan
    Ekonomi

    Masuki Masa Resesi, Perlu Adanya Mitigasi Cadangan Pangan

    September 28, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Masuki Masa Resesi, Perlu Adanya Mitigasi Cadangan Pangan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Masuki Masa Resesi, Perlu Adanya Mitigasi Cadangan Pangan 2
    Seorang petani mengangkut hasil panennya di Jatiluwih, Tabanan. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Indonesia memasuki masa resesi dan Bali masih pada tekanan berlanjutnya pertumbuhan minus. Kondisi ini dikhawatirkan semakin memperburuk daya beli dan produktivitas masyarakat, terutama dalam penyediaan bahan pangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan mitigasi cadangan pangan agar pangan tetap tersedia di kala masa pandemi ini.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana belum lama ini mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan Bali, di sisi hulu, pangan perlu dijaga agar petani tetap mampu berproduksi dan mau berproduksi. Upaya yang dilakukan dengan memberikan bantuan sarana produksi dan motivasi kepada petani.

    Bantuan yang diberikan baik berupa bibit tanaman, bibit ternak, pupuk, sarana produksi, sarana pengolahan, termasuk pendampingan. Kata Wisnuardhana, membangun pertanian adalah tugas bersama oleh pemerintah, swasta dan petani.

    Peran pemerintah memfasilitasi, memberi bantuan dan pendampingan dalam penerapan teknologi, sedangkan peran swasta memfasilitasi sarana produksi, kredit, dan membantu dalam pengolahan serta pemasaran hasil. Untuk pelaksanaan program pembangunan pertanian di Provinsi Bali tahun 2020, dana yang dikucurkan sebesar Rp 102 miliar, Rp 25,4 miliar berasal dari APBD Provinsi dan Rp 77,4 miliar dari APBN.

    “Selama ini Bali mampu berswasembada pangan. Produk pangan pokok kebutuhan krama Bali dapat dipenuhi dari produksi lokal, kecuali bawang putih,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTingkatkan Angka Kesembuhan, Produksi Obat Covid-19 Harus Dikebut
    Next Article Ari Dwipayana: Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Tidak Berdiri Sendiri
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.