Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Masyarakat Kaya Indonesia Kurangi Konsumsi Selama Pandemi – KRJOGJA
    Ekonomi

    Masyarakat Kaya Indonesia Kurangi Konsumsi Selama Pandemi – KRJOGJA

    December 3, 2020No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Masyarakat Kaya Indonesia Kurangi Konsumsi Selama Pandemi – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JAKARTA, KRJOGJA.com —Ekonom sekaligus Komisaris Utama Bank Mandiri Moh Chatib Basri  mengatakan ada perubahan pola pengeluaran selama pandemi.  Bahkan kelompok dengan pendapatan rendah berbelanja lebih banyak selama pandemi, dengan dominasi belanja berupa pangan.

     

    “Yang belanja itu kelompok bawah, yang kaya tidak belanja, kenapa karena dia mengurangi konsumsi non-esensialnya,” kata Ekonom sekaligus Komisaris Utama Bank Mandiri Moh Chatib Basri  dalam webinar bertajuk Dunia Pasca Covid Ada Apa dengan 2021 secara virtual, di Jakarta,  Rabu (2/12).

     

    Dikatakan, berdasarkan data Office of Chief Economist Bank Mandiri. Pengeluaran kelompok kaya turun ke angka 69,7 persen dari posisi normal 100 persen dan kelompok menengah mengurangi belanja hingga di angka 72,4 persen. Sedangkan kelompok miskin meski turun, pengeluaran yang didominasi makanan masih  berada di angka 84,2 persen.

     

    Dalam data Tim Ekonomi Bank Mandiri tersebut dipaparkan kelompok dengan pendapatan tetap, yaitu orang yang mendapat gaji, hampir tidak terdampak pandemi.

     

    “Tetapi kalau kita melihat mereka yang berada di sektor informal, income-nya 70 persen dari kondisi normal, berarti covid ini membuat pendapatannya turun sekitar 30 persen, dan dunia usaha atau UMKM 15 persen lebih rendah,” jelas Chatib.

     

    Oleh karena itu, kebijakan pemerintah, sebaiknya difokuskan untuk dua kelompok terdampak dan menjaga kelompok miskin agar tetap bisa berbelanja makanan. Selain itu perlu mendorong kelompok menengah dan kaya mulai berbelanja kembali.

     

    Chatib juga melihat sejauh ini pengeluaran negara untuk bantuan sosial cukup efektif mendongkrak perekonomian.  “Itu realisasinya memang sudah 82 persen dari total 100 persen, jadi yang paling efektif memang adalah realisasi budget untuk bantuan sosial, BLT, PKH, sembako relatif di bawah, tapi transfer BLT sangat efektif,” tambah Chatib. Kebijakan ini tersebut telah membuat konsumsi yang sempat minus 5,5 persen menjadi minus 4 persen.

     

    Chatib menambahkan pertumbunan ekonomi kuartal keempat 2020 diperkirakan mendekati nol, setelah kontraksi pada kuartal kedua dan ketiga. “Pertumbuhan positif kemungkinan mulai kuartal pertama 2021, jadi akan ada perbaikan, tetapi polanya memang agak relatif lambat,” jelas Chatib.  Sedangkan investasi kemungkinan masih akan turun, yang saat ini yang didorong masih sektor permintaan. Jika permintaan naik akan berdampak pada terangkatnya investasi. “Kalau permintaan sudah ada, investasi akan bertambah,” katanya.

     

    Pengusaha, Founder Ancora Group Gita Wirjawan sepakat, bahwa menjaga permintaan menjadi kunci untuk menjaga ekonomi Indonesia saat ini. Karena 55-60 persen dari porsi ekonomi kita terkait dengan konsumsi domestik, jadinya retail itu tidak  lepas dari pendekatan-pendekatan di mana kita harus menempatkan dana atau uang atau daya beli di setiap anggota masyarakat luas di Indonesia.   Bulan-bulan terakhir menurut Gita, upaya mendongkrak daya beli masyarakat sudah mulai menampakkan hasil.

     

    “Tapi apakah itu akan membawa pemulihan yang meluas, saya melihat ini sangat dibatasi oleh secepat apa kita bisa melakukan vaksinasi,” tambahnya.

     

    Dalam hitungan Gita, butuh vaksinasi 300 ribu orang per hari, agar selama 2021 bisa memfaksinasi 100 juta penduduk. Namun ada keterbatasan dalam ketersedian vaksin, yang sudah dikonfirmasi oleh pemerintah, belum mencapai 100 juta untuk 2021. Kemampuan vaksinasi akan berdampak pada kecepatan pemulihan konsumsi.

     

    Dari sisi konsumsi ini, Gita juga menyoroti, bahwa Indonesia memiliki keuntungan karena memiliki kelompok usia muda yang sangat besar. “Ini berkolerasi dengan gaya konsumsi, yang jauh lebih tinggi dibanding teman-teman kita di Asia Tenggara,” tambah Gita.

     

    Ditegaskan secara strkctural ekonomi di Indonesia lebih baik dibanding sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Filiphina, dan Thailand. “amun meskipun kontraksi ekonomi kita tidak separah negara tetangga di asia Tenggara, tetap masih bisa disikapi agar lebih baik lagi. Perbaikan yang dimaksud antara lain dengan memperlancar proses penurunan dana yang BLT dan bansos.

     

    Diselamatkan oleh Kesiapan Digital

     

    Salah satu pelaku bisnis yang turut berbagi pengalaman dalam webinar adalah CEO HIJUP.com Diajeng Lestari. HIJUP adalah platform yang memghimpun para desainer busana muslim  untuk berkolaborasi dalam pemasaran dan promosi. Diajeng mengakui di masa pandemi konsumen lebih memilih produk yang lebih murah untuk barang yang non-ensensial seperti fesyen. Sebab, masyarakat akan lebih mengutamakan berbelanja kebutuhan pokok. Meski demikian, kata Diajeng berkat bantuan kesiapan digital, platform HIJUP bisa bertahan. “Bisa dibilang ketika pandemi kita sudah siap, karena digital platformnya sudah ada, social media, penguatan organic-nya sudah sudah kita bangun sepanjang sembilan tahun kemarin,” tambahnya.

     

    Bahkan, pandemi kata Diajeng juga menumbuhkan kreativitas yang justru menghasilkan efisiensi, karena partner yang bergabung bisa melakukan banyak proses dari tempatnya masing-masing sehingga ongkos bisa dipangkas. “Di sini ada proses efisiensi dan Alhamdulilah makin banyak desainer bergabung,” lanjut Diajeng dalam webinar yang didukung oleh Bank Mandiri ini. ( Lmg)

     

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIni, Proyeksi BI untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali di 2021
    Next Article Astra Motor Bali Hadirkan All New Honda Scoopy Secara Virtual
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.