Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Mencegah Terjadinya Klaster Keluarga, Ini Tipsnya
    News

    Mencegah Terjadinya Klaster Keluarga, Ini Tipsnya

    January 5, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mencegah Terjadinya Klaster Keluarga, Ini Tipsnya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Mencegah Terjadinya Klaster Keluarga, Ini Tipsnya 2
    Dr. Dewi Nur Aisyah. (BP/kmb)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Klaster keluarga ini menyumbangkan angka yang cukup tinggi terkait kasus COVID-19. Hal ini karena keluarga sulit menerapkan jaga jarak dalam rumah pada saat salah satu anggota keluarga tertular COVID-19. Demikian dikemukakan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dr. Dewi Nur Aisyah, dalam podcast “Mencegah Terjadinya Klaster Keluarga” yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (5/1) dipantau dari Denpasar.

    Dewi mengatakan menurut data, di DKI Jakarta terdapat 40,1 persen dari total seluruh kasus berasal dari klaster keluarga. Klaster keluarga ini jumlahnya sudah mencapai 5.552 kasus (4 Juni – 8 November 2020). Total kasusnya dari seluruh klaster keluarga yang ada ini, lanjutnya, mencapai sekitar 42 ribu orang. “Itu menyumbangkan 40 persen dari seluruh total kasus yang ada di DKI Jakarta,” sebutnya.

    Hal ini juga terjadi pada saat libur panjang di Agustus, data DKI Jakarta menunjukkan ada peningkatan signifikan pada klaster keluarga ini. “Hal-hal ini yang harus kita hadapi lebih seksama lagi karena klaster keluarga ini berbeda dari klaster-klaster yang lainnya,” jelasnya.

    Secara teori, risiko penularannya 10 kali lipat dari klaster yang lain. Sebab, lebih sulit jaga jarak. Penggunaan masker tidak mungkin setiap hari dan setiap saat. “Karakteristik orang berinteraksi di dalam rumah memang lebih dekat,” sebutnya.

    Ketika klaster keluarga bermunculan, kita harus lebih waspada kepada sumber-sumber penularannya. Faktor tertinggi penyebab klaster keluarga berasal dari anggota keluarga yang positif di luar rumah atau ada yang berkunjung ke keluarga itu dan tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Salah satu kuncinya tetap menerapkan protokol 3M dengan sangat ketat dimanapun berada,” tegasnya.

    Klaster keluarga ini menjadi salah satu klaster penyebab tertinggi dari jumlah kasus COVID-19 nasional. Jadi, ketika harus beraktivitas, lihat protokol 3M yang berlaku di aktivitas itu. Lebih baik menghindari karena risikonya lebih banyak, terutama bagi mereka yang memiliki anggota keluarga yang berisiko dan memiliki penyakit komorbid.

    Jika mencurigai ada salah satu anggota keluarga terkena COVID-19, ia menganjurkan agar melakukan isolasi mandiri. Ketika ada gejala, silahkan dipastikan. Bila tidak ada gejala sama sekali, wajib melakukan isolasi mandiri. “Pastikan tidurnya terpisah dengan anggota lain. Alat makan juga dipastikan pisah dari anggota keluarga yang lain. Jika tidak memungkinkan, lakukan isolasi mandiri yang disediakan pemerintah daerah,” sarannya.

    Ketika sudah menjadi suspek, ia mengatakan ada potensi memang terinfeksi COVID-19. Untuk itu, anggota keluarga itu diminta memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Penerapan 3M harus dilakukan, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun. “Ketika kondisi pandemi berakhir, kita masih dalam kondisi kedaruratan masyarakat. Kita butuh dukungan semua pihak dan mengimplemantasikan 3M karena itu merupakan kunci terbesar untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tegasnya. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleVaksinasi Covid-19 Utamakan Usia Produktif, Apa Alasannya?
    Next Article Makin Pedas ! Harga Cabe Tembus Rp 100.000 Per Kilogram
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.