Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Mendikbudnya Ahli IT, Dugaan Data Bocor Dianggap Konyol
    News

    Mendikbudnya Ahli IT, Dugaan Data Bocor Dianggap Konyol

    May 27, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Mendikbudnya Ahli IT, Dugaan Data Bocor Dianggap Konyol

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Muti/Jurnas.com)

    Jakarta, Jurnas.com – Pengamat pendidikan Darmaningtyas menyoroti sosok Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, di tengah isu dugaan bocornya data pribadi 1,3 juta PNS di lingkungan Kemdikbud.

    Menurut dia konyol apabila dugaan ini benar terjadi, sebab Nadiem pernah terjun dalam dunia teknologi informasi (TI/IT) ketika menjadi CEO Gojek, sebelum akhirnya melepas jabatan tersebut sebelum diangkat sebagai Mendikbud.

    “Mestinya sangat paham mana data yang perlu diamankan karena menyangkut data pribadi guru dan dosen,” kata Darmaningtyas saat dihubungi Jurnas.com pada Rabu (27/5).

    Pun andaikan data yang bocor tersebut bukan dari Kemdikbud, lanjut Darmaningtyas, hal tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi Nadiem yang berencana menjadikan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), termasuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

    “Rencana konyol tersebut semoga dibatalkan. Kalau mau buat BLU ya lembaga-lembaga diklat guru itu saja, jangan Dapodik. Mendikbud perlu menyadari bahwa data pribadi dosen, guru, murid, dan mahasiswa tidak boleh dijual ke umum,” tegas dia.

    Baca juga.. :

    • Bantahan Kemdikbud Soal Bocornya 1,3 Juta Data PNS
    • Pernikahan Vokasi dan Industri Harus Mengacu "New Normal"
    • Nadiem Bantah Kemdikbud Buka Sekolah Pertengahan Juli, Lho?

    Hal senada juga disampaikan oleh praktisi pendidikan dari Center for Education Regulations & Development Analysis (CERDAS), Indra Charismiadji.

    Dihubungi secara terpisah, Indra mengatakan bahwa dirinya sudah mewanti-wanti hal ini akan terjadi sejak jauh-jauh hari. Pasalnya karena koneksi internet makin meluas, maka data juga rentan digunakan untuk berbagai macam hal. Karenanya perlu dilindungi.

    “Sekarang kita lihat bagaimana pimpinan tertinggi Kemdikbud, yang juga ahli IT mempertanggungjawabkan kebocoran data-data ini,” kata Indra kepada Jurnas.com.

    Indra melanjutkan, ada risiko apabila data pribadi guru dan dosen jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Di antaranya penyalahgunaan data, hingga peretasan.

    “Risikonya kita telanjang di hadapan pemegang data. Semua tahu kebutuhan, kesukaan, dan komunikasi kita,” ujar Indra.

    Sebelumnya, dalam unggahan @secgron yang mengklaim dirinya sebagai konsultan dan peneliti keamanan siber, menemukan adanya kebocoran 1,3 juta data PNS di lingkungan Kemdikbud.

    Data yang dibocorkan antara lain nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, status pernikahan, nama lengkap ibu, nama lengkap ayah, nomor KK, dan alamat lengkap.

    Merespon hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemdikbud, Evi Mulyani menegaskan bahwa variabel data yang diviralkan oleh Teguh Aprianto dalam akun @secgron bukan berasal dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) maupun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).

    “(Pengelola Dapodik dan PD Dikti) menegaskan bahwa data yang dimaksud bukan berasal dari Dapodik ataupun PD Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),” tegas Evi kepada Jurnas.com pada Rabu (27/5).

    Terdapat sejumlah indikasi bahwa variabel data yang beredar bukan dari Dapodik maupun PD Dikti, menurut Evi. Pertama, variabel NO_SHDK dan SHDK tidak tercatat di sebagai variabel di Dapodik dan data PD Dikti.

    Kedua, variabel stat_ktp tidak ada di dalam variabel Dapodik dan data PD Dikti. Ketiga, variabel kerja tidak sesuai dengan referensi pekerjaan di Dapodik data PD Dikti data PD Dikti

    “(Keempat) referensi jenjang pendidikan tidak sesuai dengan penamaan di Dapodik data PD Dikti,” tandas dia.

    TAGS : Data PNS Bocor Kemdikbud Nadiem Anwar Makarim

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/72882/Mendikbudnya-Ahli-IT-Dugaan-Data-Bocor-Dianggap-Konyol/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePKB Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Pesantren Sebelum Berlakukan `New Normal`
    Next Article Pasukan Israel Hancurkan Sumber Air di Tepi Barat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.