Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Menko Ekonomi Rangkap Ketum Parpol, Ekonom: Merusak Sistem
    News

    Menko Ekonomi Rangkap Ketum Parpol, Ekonom: Merusak Sistem

    November 13, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Menko Ekonomi Rangkap Ketum Parpol, Ekonom: Merusak Sistem

    Pengamat Ekonomi Politik, Ichsanuddin Noorsy

    Jakarta, Jurnas.com – Rangkap jabatan Menko Perekonomian yang sekaligus sebagai ketua umum (Ketum) partai dinilai merusak sistem dan bisa membuat Indonesia berada dalam lingkaran krisis ekonomi.

    Penilaian itu disampaikan Pengamat Ekonomi Politik, Ichsanuddin Noorsy, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (13/11). Menurutnya, Menko Ekonomi yang rangkap jabatan sebagai ketum parpol karena sakitnya sistem yang dipakai Presiden Jokowi.

    “Masa struktur pemerintah digabung menjadi struktur politik, jadi rusak sistem ini. Ketum sekaligus jadi Menteri Ekonomi. Ini salah sistem. Mestinya diperbaiki oleh pemimpinnya, perbaiki dulu iklim sosial politik untuk melahirkan iklim ekonomi yang sehat,” kata Ichsanuddin.

    Hal itu, kata Ichsanuddin, tim ekonomi menjadi tidak kompeten dan bisa membuat Indonesia berada dalam lingkaran krisis ekonomi.

    Tantangan terberat saat ini, lanjut Ichsanuddin, Indonesia masih melakukan cara lama dalam memperbaiki kinerja ekonomi, yaitu melalui pembukaan investasi asing besar-besaran.

    Baca juga.. :

    • Pakar: Minim Prestasi, Airlangga Tak Jadi Kebanggaan Golkar
    • Sah! India Samakan Tarif Sawit Indonesia dengan Malaysia
    • Airlangga Hartarto, Sang Ujung Tombak Visi Pemerintahan Jokowi

    “Padahal, lima Negara saat ini yaitu  AS, China, Rusia, Jerman dan Prancis melakukan lima cara dalam memperbaiki ekonomi mereka,” terangnya.

    Pertama, jelas Ichsanuddin, tingkat suku bunga rendah, fiskal ekspansif. Kedua, melihat dan membenahi ekonomi ke dalam dan menyerang atau berorientasi ke luar negeri atau deglobalisasi. Ketiga, memperbaiki daya beli masyarakat dengan menyeimbangkan padat modal dan padat karya.

    “Keempat, menstruktur ekonomi dari SD distribusi untuk kepentingan domestik. Terakhir, menihilkan ketergantungan dari pihak luar,” jelas Ichsanuddin.

    Sayangnya, kata Ichsanuddin, Indonesia malah salah kebijakan. Menurutnya, saat ini suku bunga masih tinggi yaitu lima persen. Sedangkan, obligasi berada di posisi tujuh persen. Ini jelas salah karena ada persaingan tidak sehat antara suku bunga dan obligasi.

    “Selain itu, mengganggu penyaluran kredit perbankan. Fiskal, ketergantungan pada utang dan obligasi tinggi. Risiko pasar Indonesia sangat tinggi. Nilai tukar sangat sensitif. Artinya posisi Indonesia rentan krisis,” katanya.

    Hal itu, menurut Ichsanuddin, karena kebijakan orientasinya salah dengan memperlebar investasi asing. Harusnya memperbaiki kebijakan ekonomi, namun yang terjadi malah melakukan pemotongan birokrasi dengan eselon III dan IV.

    “Dari deregulasi menjadi pemotongan birokrasi, ini kan justru salah. Harusnya yang diperbaiki itu kultur social politik yang sakit, bukan malah menimpa birokrasi. Jokowi tidak memperbaiki kerja sama sosial dengan baik,” demikian Ichsanuddin.

    TAGS : Munas Golkar Ketum Golkar Airlangga Hartarto

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/62388/Menko-Ekonomi-Rangkap-Ketum-Parpol-Ekonom-Merusak-Sistem/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAhok Bakal Jadi Bos BUMN, Pengamat : Sebaiknya Jangan Dulu
    Next Article Otak-atik Eks Napi Korupsi, KPU Ngapain?
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.