Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Momen Nataru 2021 Bisa Kerek Konsumsi Jadi 2,2-2,8 Persen
    Ekonomi

    Momen Nataru 2021 Bisa Kerek Konsumsi Jadi 2,2-2,8 Persen

    August 30, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Momen Nataru 2021 Bisa Kerek Konsumsi Jadi 2,2-2,8 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan konsumsi rumah tangga bakal tumbuh di kisaran 2,2 persen – 2,8 persen tahun ini, setelah pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan tersebut masih belum maksimal, mengingat peningkatan kasus harian Covid-19 pada awal kuartal III-2021 sehingga pemerintah harus menerapkan pembatasan aktivitas. Hal itu juga ikut menghambat roda ekonomi masyarakat.

    Menurutnya, momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) diharapkan dapat kembali mengkerek naik konsumsi rumah tangga di kuartal IV 2021 setelah pada kuartal III 2021 tertekan hebat akibat PPKM.

    “Kuartal III kita akan kena PPKM dan kuartal IV nanti kalau natal dan tahun baru biasanya cukup meningkat lagi seasonal. Namun jika Covid tidak mengancam kita bisa dapat full capitalizing atau memanfaatkan momentum kuartal IV,” ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (30/8).

    Seperti diketahui, kontribusi konsumsi rumah tangga pada Produk Domestik Bruto (PDB) sangat besar, dan bahkan pada tahun 2020 saja sebesar 57,7 persen. Sehingga, pemerintah akan memanfaatkan momentum yang ada pada sisa kuartal III-2021 dan kuartal IV-2021.

    Meskipun perkembangan Covid-19 sudah tidak seperti awal kehadiran varian delta dulu, namun Ia juga mengingatkan agar pemerintah serta masyarakat tak boleh lengah. Sebab, Covid-19 masih ada dan membayangi prospek pertumbuhan sosial dan ekonomi.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTahun Depan, Tak Mau Lagi Kita Memvaksin Orang Kaya!
    Next Article Federal Oil apresiasi kinerja Diggia & Bulega di Silverstone
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.