Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Momentum Kenaikan PPN Dinilai Tak Tepat
    Ekonomi

    Momentum Kenaikan PPN Dinilai Tak Tepat

    April 1, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Momentum Kenaikan PPN Dinilai Tak Tepat 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Jelang memasuki bulan suci Ramadan, masyarakat disuguhi berbagai kenaikan kebutuhan pokok. Diantaranya, harga pangan yang terus melejit, kenaikan pajak PPN jadi 11 persen, hingga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax (RON 92) menjadi Rp 12.500 per liter.

    Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kenaikan harga barang kebutuhan pokok sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat kelompok menengah rentan yang jumlahnya sekitar 115 juta penduduk. “Jika kenaikan harga barang baik BBM jenis Pertamax terjadi secara simultan dengan kenaikan tarif PPN dan naiknya harga pangan saat Ramadan, maka prilaku konsumen langsung berubah,” ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (1/4).

    Menurutnya, meskipun pemerintah telah melonggarkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat dan menerapkan kenormalan baru sebagai transisi dari pandemi ke endemi, namun daya beli masyarakat saat ini belum benar-benar pulih. Bhima menyebut, kenaikan harga pokok akan memicu perilaku penghematan ekstrem pada rencana pengeluaran masyarakat tahun ini.

    Bukan tidak mungkin, terbuka kemungkinan masyarakat akan menunda mudik Lebaran. “Ada yang hemat ekstrem dengan tunda belanja, bahkan tidak memutuskan mudik Lebaran karena harga BBM naik,” ucapnya.

    Bhima melanjutkan, indeks kepercayaan konsumen diperkirakan akan tergerus terutama pascaLebaran dengan naiknya harga BBM maupun tarif PPN. Meskipun pada bulan April masih terbantu dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR), namun bulan berikutnya, daya beli bisa merosot.

    “PPN juga kontribusinya jangan hanya dilihat naik cuma 1 persennya, tapi momentum naiknya tarif PPN dimanfaatkan pedagang untuk sesuaikan harga di hampir seluruh barang. Efek psikologis ini yang tidak bisa dikendalikan,” tuturnya.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleWuling angkat tema “Experience The Next Innovation” di IIMS 2022
    Next Article Menperin Agus Kartasasmita Sebut Pertemuan TIIWG 2022 Berjalan Sukses
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.