Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Muqtada al-Sadr: Irak akan Berubah Jadi Vietnam Baru Bagi AS
    News

    Muqtada al-Sadr: Irak akan Berubah Jadi Vietnam Baru Bagi AS

    January 7, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Muqtada al-Sadr: Irak akan Berubah Jadi Vietnam Baru Bagi AS

    Para pelayat membawa poster Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), dan pemimpin Mobilisasi Populer Irak (PMU), Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas dibunuh AS di Baghdad, Irak, 4 Januari 2020. (Foto: Reuters)

    Baghdad, Jurnas.com – Ulama berpengaruh Irak, Muqtada al-Sadr, mengatakan, jika pasukan Amerika Serikat (AS) tidak meninggalkan negara itu, Irak akan berubah menjadi Vietnam baru untuk Washington.

    Sadr, yang memimpin blok terbesar di parlemen, mengatakan dalam sebuah surat kepada majelis bahwa resolusi parlemen menyerukan pemerintah untuk mengakhiri kehadiran pasukan asing tidak cukup jauh.

    “Saya menganggap ini sebagai tanggapan yang lemah tidak memadai terhadap pelanggaran AS terhadap kedaulatan Irak dan eskalasi regional,” surat itu berbunyi.

    Sadr mengatakan perjanjian keamanan dengan AS harus segera dibatalkan, kedutaan AS harus ditutup, pasukan AS harus diusir dengan cara yang memalukan, dan komunikasi dengan pemerintah Washington harus dikriminalkan.

    “Akhirnya, saya menyerukan secara khusus pada kelompok-kelompok perlawanan Irak dan kelompok-kelompok di luar Irak lebih umum untuk segera bertemu dan mengumumkan pembentukan Legiun Perlawanan Internasional,” katanya.

    Baca juga.. :

    • Menhan Esper Bantah Pasukan AS di Irak Kemas-kemas
    • Delapan Pernyataan Kedubes Iran di Jakarta soal Tewasnya Jenderal Soleimani
    • China Peringatkan AS Tak Sewenang-wenang di Timteng

    Perdana Menteri sementara Irak, Adel Abdul-Mahdi mengatakan negaranya dan AS harus bekerja sama dalam menerapkan penarikan semua pasukan asing dari negara itu.

    Abdul-Mahdi membuat pernyataan ketika berbicara dengan duta besar AS Matthew Tueller, setelah anggota parlemen Irak dengan suara bulat menyetujui undang-undang yang menuntut penarikan semua pasukan militer asing yang dipimpin AS dari negara tersebut.

    Pada Senin (6/1), Abdul-Mahdi juga berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel tentang resolusi parlemen Irak yang menyerukan semua pasukan asing untuk meninggalkan negara itu.

    Pemungutan suara parlemen Minggu (5/1) diadakan sebagai tanggapan atas serangan udara Washington pada hari Jumat yang membunuh Letjen Iran Qassem Soleimani, dan komandan kedua dari Mobilisasi Populer Unit (PMU) Irak, Abu Mahdi al-Muhandis.

    AS, yang didukung oleh Inggris, menginvasi Irak pada tahun 2003. Mereka mengklaim bahwa bekas rezim Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Namun, hingga kini belum ditemukan senjata yang diklaim tersebut.

    Penjajah mengundurkan diri dari Irak, setelah hampir sembilan tahun kampanye militer yang menelan biaya puluhan ribu jiwa Irak.

    Namun, koalisi militer pimpinan AS, kembali ke negara Arab pada tahun 2014, ketika kelompok teroris Daesh Takfiri melepaskan kampanye penghancuran di sana.

    Laporan yang tersebar luas mengatakan operasi yang dipimpin Washington sebagian besar menyelamatkan para teroris dan, sebaliknya, menyebabkan kematian warga sipil dan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur Irak.

    Pasukan militer Irak, yang didukung pasukan sukarelawan PMU, berhasil membebaskan semua wilayah yang dikuasai Daesh, sebagian berkat bantuan penasihat militer yang efektif dari negara tetangga Iran.

    Baghdad mengumumkan berakhirnya kampanye anti-Daesh pada tahun 2017.

    Letnan Jenderal Soleimani adalah tokoh internasional yang memainkan peran utama dalam mempromosikan keamanan di negara-negara kawasan, khususnya di Irak dan Suriah.

    TAGS : Agresi Amerika Serikat Donald Trump Muqtada al-Sadr Qassem Soleimani

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/65180/Muqtada-al-Sadr-Irak-akan-Berubah-Jadi-Vietnam-Baru-Bagi-AS/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIrak Desak Dewan Keamanan PBB Hukum AS
    Next Article Satu Tahun Pemerintahan Lopez Obrador, 61.000 Orang Hilang di Meksiko
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial
    • Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.