Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»“Ngapain Presiden Capek-capek Pidato Tiap Minggu kalau Rakyat Lapar?”
    Ekonomi

    “Ngapain Presiden Capek-capek Pidato Tiap Minggu kalau Rakyat Lapar?”

    August 3, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    "Ngapain Presiden Capek-capek Pidato Tiap Minggu kalau Rakyat Lapar?" 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah berbicara mengenai kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menghadapi varian Delta. Bahkan pada 12 Juli lalu, Sri Mulyani sempat mengatakan pemerintah membuat skenario penerapan PPKM hingga 6 pekan.

    Seperti diketahui, saat ini PPKM masih berlanjut. Semenjak masuknya virus Covid-19 varian delta, pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Darurat sejak 1-20 Juli 2021.

    Pembatasan kemudian dilanjutkan dengan PPKM Level 3 dan 4 pada 21-25 Juli. PPKM berlevel pun masih berlanjut pada 26 Juli-2 Agustus, yang kemudian berlanjut lagi mulai hari ini 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021 mendatang.

    Artinya, kebijakan PPKM sudah berlangsung hampir 5 pekan. Kebijakan tersebut dibuat untuk membatasi mobilitas masyarakat dan diyakini dapat menekan penularan Covid-19 varian Delta.

    Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio berpendapat, kebijakan PPKM berlevel ini sangat tidak efektif. Tujuan pembatasan yang katanya untuk menyelamatkan ekonomi malah justru akan berdampak sebaliknya. “Ekonomi bisa hancur lho, kalau begini terus. Ini katanya demi ekonomi,” ujarnya saat dihubungi oleh JawaPos.com, Selasa (3/8).

    Agus mengaku tidak mengerti alasan pemerintah menerapkan aturan tersebut. Sebab, sepanjang aturan pembatasan diimplementasikan, tidak ada dampak signifikan.

    “Menurut saya, dasar hukum PPKM nggak ada. Malah bikin susah. UU Karantina yang ada ya sudah diterapkan itu saja. Tapi ini (UUnya) ada malah pakai Surat Edaran (SE) banyak. Nggak usah lah bikin SE, lepas aja,” tuturnya.

    Menurutnya, kunci untuk menghadapi virus varian Delta ini hanya vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan Covid-19 yaitu 3M dan 3T. Sebab, kebijakan pembatasan justru akan sangat berdampak bagi dunia usaha.

    “Katanya kalau lockdown ekonomi bisa mati. Lha ini nggak lockdown tapi ekonomi mati. Pegawai Lion Air 8.000 dirumahkan lho, itu gara-gara aktivitas nggak gerak. Itu baru satu sektor,” ucapnya.

    Kebijakan pembatasan yang tidak diiringi oleh pembagian bantuan sosial (bansos) yang tepat dan merata akan menyengsarakan rakyat. Apalagi, kata Agus, data bansos saja tidak sesuai dan tidak baru. Sehingga banyak masyarakat yang membutuhkan tidak mendapat bantuan.

    “Bansos datanya ngawur,” katanya.

    Masyarakat juga Tidak Taat
    Agus melanjutkan, adanya pembatasan mungkin dibuat karena perilaku kebanyakan masyarakat Indonesia yang tidak patuh atau tidak taat pada hukum. Agus mengatakan, untuk mengatur masyarakat sebenarnya mudah sekali dengan menerapkan denda bagi pelanggaran protokol kesehatan.

    Jadi menurutnya, mau tidak mau, masyarakat harus disiplin dan taat prokes Covid-19 jika tidak ingin dikenakan denda yang besar. “Saya sudah pernah dorong tahun lalu untuk mendidik masyarakat pakai denda. Malah dibilang sudah miskin kok harus bayar denda. Ya, kalau nggak mau bayar denda ya harus patuh pada hukum,” tuturnya.

    Agus menambahkan, kebijakan PPKM berlevel yang saat ini sedang berlangsung tidak banyak yang berubah dari kebijakan sebelumnya. Efektivitas dalam menekan kasus juga tidak besar. Malah berdampak pada dunia usaha dan masyarakat rentan.

    “Saya evaluasi selama 1,5 tahun ini ya, ngapain bikin SE, capek-capek Presiden harus pidato setiap minggu. Nanti siapa yang mau kasih makan orang? Itu kan perut orang, kalau lapar malah nanti nyolong,” pungkasnya.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article“Recall fuel pump” Xpander capai 71 persen
    Next Article MMKSI beri kelonggaran garansi dan servis selama PPKM
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.