Andalannews.com – Bagi umat muslim yang saat ini sedang mencari informasi mengenai lafadz niat puasa Ramadhan tulisan arab di bawah ini akan dipaparkan lebih rinci beserta artinya atau terjemahan.
Sebagaimana diketahui, hanya tinggal hitungan hari umat muslim di dunia tak terkecuali di Indonesia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan tahun 2025. Maka sudah sejatinya mempersiapkan diri.
Mengetahui bagaimana lafadz niat puasa Ramadhan menjadi hal yang penting. Pasalnya, niat merupakan salah satu rukun wajib bagi kalangan umat muslim ketika memulai melaksanakan ibadah shaum.
Dalam ilmu agama, puasa Ramadhan yang dalam waktu dekat akan dihadapi merupakan puasa wajib bagi umat muslim baik perempuan maupun laki-laki. Ibadah ini tentunya berbeda dengan puasa sunnah.
Untuk memulai menjalankan ibadah puasa wajib ini, seseorang harus melafalkan niat di malam hari atau sebelum terbit fajar. Oleh karenanya, tahu bagaimana lafadz niat puasa Ramadhan wajib hukumnya.
Seorang ulama kenamaan, Syekh Sulaiman Al-Bujairimi sempat mengutarakan pandangannya akan pentingnya niat dalam ibadah wajib. Berikut pendapatnya yang dikutip dari kitab Hasyiyatul Iqna.
“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits,” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)
Ulama lain juga turut menyampaikan jika niat puasa bisa dilakukan untuk sebulan lamanya. Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya sebab puasa Ramadhan merupakan satu kesatuan ibadah. (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84).
Atas pendapat kedua itu, sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi jika umat muslim lupa atau ketiduran, boleh mengikuti pandangan tersebut dengan berniat puasa Ramadhan 2025 sebulan penuh.
Sementara itu, pendapat dari Imam Syafi’i, umat muslim harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Yang perlu dicatat, niat merupakan salah satu rukun dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Secara bahasa, niat berarti qashd, yaitu menyengaja atau bermaksud melakukan sesuatu.
Sementara dalam konteks ibadah, niat adalah iktikad yang kuat dalam hati untuk melaksanakan suatu amalan karena Allah SWT. Mayoritas ulama sepakat bahwa tempat niat yang sebenarnya adalah di dalam hati.
Singkatnya, niat yang sah adalah niat yang terpatri dalam hati, sebagai bentuk kesadaran dan keinginan yang tulus untuk beribadah kepada Allah SWT.
Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya”.
Ada berbagai pendapat ulama, jika seorang muslim utamanya di Tanah Air tidak mampu melafalkan niat dalam bahasa Arab, diperbolehkan untuk mengucapkannya dalam bahasa Indonesia.
Karena yang terpenting adalah adanya kesadaran dan keinginan yang tulus dalam hati untuk beribadah puasa karena Allah SWT.




